Klikfakta.id, HALTENG — Juru Bicara (Jubir) calon bupati dan wakil bupati Halmahera Tengah (Halteng) Ikram M. Sangadji-Ahlan Djumadil, Hamdan Halil menyebut akan mempolisikan sejumlah media.
Ungkapan tersebut diketahui melalui percakapan Hamdan melalui pesan yang disampaikan melalui chat whatsApp grup.
Hamdan melalui via pesan whatAapp group Fagogoru mengatakan
” media-media ini bagus polisikan. Dia punya (Depe) Wartawan abal-abal mereka (Dong) ini”.
“Akan mereka (Dong) tambah serang, mainkan, Abi screenshot buat (bikin) berita pernyataan baru ini,” ucap Hamdan pada Kamis 21 November 2024 malam dikutip dari isi percakapan di WA grup tersebut.
Ketegasan Hamdan ini buntut adanya dugaan pernyataannya kepada masyarakat Gebe yang menumpangi kapal Feri ke kota Weda, Kabupaten Halmahera Tengah yang akan mengikuti kampanye akbar calon Bupati dan Wakil Bupati Halteng Edi Langkara-Abd. Rahim Odeyani pada Sabtu 23 November 2024 itu disebut sebagai rombongan tahi lalat.
“Rombongan Tahi lalat yang dari Gebe, untuk ikut kampanye akbar tu, sesuai manifes kapal fery itu, 274 orang,” kata Jubir Ikram-Ahlan melalui pesan group whatsApp Fagogoru pada Kamis 21 November 2024.
Narasi yang berbau penghinaan pada entitas sosial warga Pulau Gebe yang disampaikan Hamdan via media sosial tersebut, menuai protes dari anggota group yang di dalamnya juga terdapat Pj. Bupati Halmahera Tengah, Bahri Sudirman.
“Hamdan rusak skali ee, tara boleh begitu ee. Astaga. Hamdan jangan ngana putar sudah. Su jelas itu kong, ngana pe bahasa tara bagus,” protes Amat, admin group Fagogoru yang merespon pernyataan Hamdan.
Protes serupa juga diucapkan seorang anggota group Fagogoru Maulana “Ini persoalan kemanusiaan yang sangat serius dan bisa memicu konflik sosial. Hari ini penghinaan ditujukan kepada orang Gebe, mungkin suatu saat dilakukan kepada lainnya.
“Supaya tidak memberikan dampak negatif silahkan minta maaf secara terbuka jangan justru menyalahkan orang yang sudah dihina,” komentar Maulana, untuk memberikan saran kepada Hamdan atas pernyataannya. ***
Penulis : Saha Buamona