Klikfakta. id,HALTENG — Juru Bicara (Jubir) calon Bupati Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, Ikram M. Sangadji (Ikram), Hamdan Halil angkat bicara terkait ungkapan akan mempolisikan sejumlah media lantaran dianggap membuat berita hoaks.
” Saya mempolisikan karena kalian bikin berita hoaks dengan tafsir sandiri, ” tegas Hamdan saat dikonfirmasi soal pernyataannya yang sempat viral melalui chat WhatsApp group akan mempolisikan sejumlah media, pada Jumat 22 November 2024 via pesan Whatsapp.
Sebelumnya pernyataan Hamdan itu melalui via pesan whatAapp group Fagogoru mengatakan :
“Media-media ini bagus polisikan. Dia punya (Depe) Wartawan abal-abal mereka (Dong) ini”.
“Akan mereka (Dong) tambah serang, mainkan, Abi screenshot buat (bikin) berita pernyataan baru ini,” ucap Hamdan pada Kamis 21 November 2024 malam dikutip dari isi percakapan di WA grup tersebut.
Hamdan sebelumnya diduga melontarkan pernyataan kepada masyarakat Gebe yang menumpangi kapal Feri kota Weda, Kabupaten Halmahera Tengah.
Hamdan sempat menyebut rombongan Warga Gebe yang hendak menghadiri kampanye akbar Elang-Rahim pada Sabtu 23 November 2024, dengan sebutan rombongan tahi lalat.
“Rombongan Tailalat yang dari Gebe, untuk ikut kampanye akbar tu, sesuai manifes kapal fery itu, 274 orang,” ujar Jubir Ikram-Ahlan melalui pesan group whatsApp Fagogoru pada Kamis 21 November 2024.
Narasi yang berbau penghinaan pada entitas sosial warga Pulau Gebe yang disampaikan Hamdan via media sosial tersebut, menuai protes dari anggota group yang didalamnya juga terdapat Pj. Bupati Halmahera Tengah, Bahri Sudirman.
“Hamdan rusak skali ee, tara boleh begitu ee. Astaga Hamdan jangan ngana putar sudah. Su jelas itu kong, ngana pe bahasa tara bagus,” protes Amat, admin group Fagogoru yang merespon pernyataan Hamdan.
Protes serupa juga diucapkan seorang anggota group Fagogoru Maulana.
“Ini persoalan kemanusiaan yang sangat serius dan bisa memicu konflik sosial. Hari ini penghinaan ditujukan kepada orang Gebe, mungkin suatu saat dilakukan kepada lainnya, ” katanya.
“Supaya tidak memberikan dampak negatif silahkan minta maaf secara terbuka jangan justru menyalahkan orang yang sudah dihina,” Komentar Maulana, untuk memberikan saran kepada Hamdan atas pernyataannya.***
Penulis : Saha Buamona