Klikfakta.id, HALBAR – Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Barat, Maluku Utara mengevakuasi sekitar 2.700 warga yang tersebar di 17 desa pada 7 kecamatan terdampak banjir akibat curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Halmahera Barat, Rabu (7/1/2026).
Akibat hujan deras yang terjadi di Kabupaten Halmahera Barat terdapat dua bencana yakni banjir dan tanah longsor melanda Kecamatan Jailolo Selatan, Ibu, Ibu Selatan, Loloda Tengah, Sahu, Sahu Timur, dan Tabaru.
Kapolres Halmahera Barat, AKBP Teguh Patriot, mengatakan bencana alam yang terjadi di wilayahnya meliputi banjir dan tanah longsor dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.
“Di Kecamatan Jailolo Selatan terjadi banjir pesisir yang mengakibatkan beberapa rumah warga rusak, namun tidak ada korban jiwa,” ujar Teguh saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, di Kecamatan Sahu terjadi dua jenis bencana, yakni banjir dan tanah longsor. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua rumah terendam dan 12 rumah terdampak, sementara di Kecamatan Sahu Timur tercatat 158 rumah terendam banjir.
Sementara itu, di Kecamatan Ibu Utara dan Ibu Selatan, bencana banjir menyebabkan empat rumah rusak, satu gudang kopra, serta satu bangunan pasar ikan mengalami kerusakan.
Selain itu, terdapat 127 kepala keluarga (KK) yang rumahnya terendam banjir namun masih layak untuk ditempati.
“Di Ibu Selatan, banjir merusak satu rumah makan dan satu rumah warga, sedangkan di Ibu Utara dua rumah hanyut atau hilang akibat banjir,” jelasnya.
Untuk Kecamatan Loloda Tengah, AKBP Teguh mengungkapkan terjadi tanah longsor yang mengakibatkan 17 rumah rusak berat, dua orang meninggal dunia, dan tiga warga mengalami luka-luka.
“Secara umum kondisi banjir sudah mulai surut. Saat ini fokus kami adalah evakuasi korban serta langkah-langkah pemulihan. Kami juga akan menggelar rapat bersama Forkopimda Halbar untuk menentukan status bencana,” tambah Kapolres.
AKBP Teguh menuturkan, jumlah 2.700 warga yang dievakuasi masih merupakan data sementara, karena belum seluruh desa dapat dijangkau akibat beberapa jembatan putus.
“Ada sejumlah jembatan yang masih bisa dilalui, maka kami juga menurunkan personel untuk membantu evakuasi. Kami juga mengeluarkan imbauan agar jembatan yang rusak tidak dilewati serta berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk membuka kembali akses yang terputus,” pungkasnya. (sah/red)















