banner 468x60

H-2 Lebaran Idul Fitri, Warga dan Polsek Gane Barat Halsel Perbaiki Jalan Ruas Provinsi Maluku Utara

Klikfakta.id, HALSEL – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah Tahun 2025 Masehi, Warga Desa Saketa dan Cango Kecamatan Gane Barat dibantu Polsek Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, bergotong royong memperbaiki kerusakan jalan ruas Provinsi Maluku Utara yang sudah lama rusak.

Inisiatif warga ini muncul setelah kerusakan jalan penghubung antar desa ke desa hingga kecamatan itu tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah Provinsi Maluku Utara selaku pihak yang, mempunyai ruas.

Padahal kerusakan jalan yang terletak didaratan Halmahera Selatan ini berdasarkan informasi dari warga setempat sudah parah.

Bahkan sering para pengendara terjatuh ketika hujan akibat dari rusaknya fasilitas infrastruktur publik yang bertahun-tahun tidak dilakukan perbaikan.

Ketimbang berpangku tangan dan berharap uluran tangan dari pemerintah, masyarakat Desa Saketa bersama Desa Cango dibantu personel Polsek Gane Barat Bripka Munawir Adam akhirnya lebih memilih untuk memperbaiki jalan tersebut secara swadaya.

Perbaikan jalan ini dilakukan dengan menimbun menggunakan satu buah alat berat excavator milik pribadi Abdul Rojak dan beberapa mobil truck dari Desa setempat yang juga turut membantu.

“Jalan ini menurut warga sudah lama rusak, namun protes warga tak pernah digubris, ya sudah kita berinisiatif perbaiki secara swadaya saja, Insya Allah kita mampu, karena hari raya tinggal dua hari kedepan dan itu sudah pasti kita akan berkunjung antara desa untuk saling memaafkan,” ujar Hi. Bahtiar salah satu putra Saketa yang menanggung BBM excavator dan sejumlah truck pada Sabtu 29 Maret 2025.

Haji Bahtiar selaku putra daerah dari Gane itu mengaku jalan tersebut juga membuat siswa-siswi SMP Negeri 5 dan SMA Negeri 5 Halmahera Selatan dari Desa Cango jika mau pergi bersekolah sering tidak sampai ke Sekolah, ketika terjadi hujan jalan tersebut becek.

Menurutnya Desa Cango ke Saketa kurang lebih 3 kilo meter jaraknya, sementara jalan yang rusak itu sekira 200 meter panjangnya dengan jarak dari Cango sekira 100 meter.

“Sayang ketika sudah hujan, karena adik-adik dan anak-anak kita yang sekolah di Saketa itu sudah tidak akan sampai ke sekolah, sebab yang menggunakan kendaraan roda dua juga tak bisa melewati akibat becek, apalagi pejalan kaki lebih sulit untuk melewati,” katanya.

Pihaknya menjelaskan gotong royong atau swadaya itu dilakukan sejak kemarin Jumat 28 Maret 2025 hingga malam hari dan dilanjutkan sampai hari ini. Pekerjaan penimbunan jalan dilakukan secara bertahap.

“Mumpung musim kemarau, kalau sudah ditimbun in sya allah jika datang hujan jalan ini tak lagi membahayakan pengendara dan siswa-siswi bisa melewati dengan baik,” tukasnya.

Sementara Abdul Rozak selaku pemilik excavator menambahkan bahwa penimbunan jalan ini dengan menggunakan alat miliknya yang didatangkan dari Halmahera Tengah untuk membantu menimbun jalan, demi keselamatan warga Gane, Halmahera Selatan, karena sudah bertahun-tahun tak diperbaiki.

“Sudah lama dibiarkan rusak seperti ini, bahkan bertahun-tahun. Kami tak ingat lagi kapan jalan ini diaspal, yang jelas ini mulai dikerjakan oleh pihak ketiga tak lagi ada pemeliharaan atau perbaikan hingga kami berinisiatif memperbaiki,” tandasnya.

Ia mengaku sejek lahir sampai besar tumbuh di Desa Saketa sehingga mengetahui betul rusaknya jalan tersebut, bahkan semasa dibangku SMA melihat siswa-siswi dari Desa Cango ketika berjalan kaki sampai ke Saketa terlalu sakit.

Rozak juga mengaku sering melintasi jalan tersebut kerusakannya sudah lama, dan selama ini telah berkali-kali menyebabkan pengendara sepeda motor terpeleset akibat licin.

“Sudah banyak yang celaka, apalagi ketika hujan, soalnya kalau hujan jalan jadi licin,” ucap Rozak.

Sementara itu Kapolsek Gane Barat IPDA Ruslan Anwar melalui Bripka Munawir Adam mengatakan perbaikan secara swadaya ini membutuhkan waktu dua sampai tiga hari, karena proses pengerjaan dilakukan dari pertengahan desa Saketa ke Cango dan Koititi.

“Butuh waktu dua sampai tiga hari, karena excavator juga hanya satu unit yang digunakan, apalagi ini hanya swadaya,” jelasnya. ***

Editor     : Redaksi

Pewarta : Saha Buamona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page