banner 468x60

Bupati Halut: Mesin Baru 8 Mega Watt Segera Atasi Krisis Listrik

Klikfakta.id,HALUT– Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, akhirnya angkat bicara terkait kebijakan PLN Tobelo yang dalam tiga bulan terakhir menerapkan pemadaman listrik bergilir.

Menurut Bupati, kebijakan tersebut diambil PLN setelah tiga unit mesin mengalami kerusakan, sehingga menimbulkan defisit daya sekitar 3 MW. Kondisi ini, kata Piet Hein, sempat memicu beragam isu miring di tengah masyarakat.

“Jelang tiga minggu setelah kebijakan itu berjalan, kami memanggil pihak PLN untuk meminta penjelasan. Mereka menyampaikan bahwa kerusakan mesin masih dalam proses perbaikan dan sementara menunggu pergantian mesin dari Pulau Buru,” jelas Bupati dihadapan para pimpinan OPD, Camat serta Kepala Desa  pada Senin (1/9/2025).

Namun, ketika ditanya apakah mesin tersebut baru atau bekas, pihak PLN mengaku menggunakan mesin bekas. Hal ini kemudian membuat Bupati mengambil langkah tegas dengan menemui General Manager PT PLN untuk menyampaikan langsung kondisi defisit daya listrik di Halut.

“Kalau hanya pakai mesin bekas, masalah ini akan berulang. Karena itu, saya bersama Gubernur Malut mendesak agar PLN membeli mesin baru,” ujarnya.

Desakan itu akhirnya dijawab. PT PLN kemudian membeli mesin baru dari Tiongkok. Mesin dengan kapasitas 8 MW tersebut saat ini sudah berada di PLTMG Desa Mamuya dan tengah dalam tahap instalasi.

“Diperkirakan akhir September mesin ini sudah bisa beroperasi. Karena defisit listrik kita hanya 3 MW, berarti akan ada surplus 5 MW. Surplus ini sekaligus untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik pada Desember nanti,” kata Piet Hein.

Selain itu, Bupati juga menyebutkan bahwa dalam jangka panjang, PLN akan memperkuat pasokan listrik di Halut melalui proyek pembangunan mesin berkapasitas 30 MW di PLTMG Tobelo. Proyek strategis ini ditargetkan rampung pada Desember 2025.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page