Klikfakta.id, TERNATE – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara, Irjen Pol. Waris Agono menegaskan bakal mengevaluasi secara menyeluruh Polres Halmahera Selatan dan melakukan penyelidikan atas pengamanan aksi unjuk rasa di depan gerbang kantor Bupati Halsel yang berakhir ricuh.
Evaluasi itu dilakukan terhadap pola pengamanan aksi setelah Ketua Korps Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-Wati) (KOHATI) pada Badan Koordinasi (Badko) Maluku Utara, Aisun Salim menjadi korban saat aksi unjuk rasa tersebut.
Ketegasan itu disampaikan langsung oleh Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Waris Agono saat menerima silaturahmi dan kunjungan dari Badko HMI Maluku Utara di Mako Polda Malut yang berlangsung di Sofifi, pada Rabu 3 September 2025.
Turut hadir dalam silaturahmi, Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Pol Stephen M. Napiun dan sejumlah pejabat utama Polda Malut, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) Badko HMI Maluku Utara beserta anggota Badko HMI lainnya.
Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Waris Agono dalam kesempatan tersebut langsung menyampaikan permohonan maaf terkait dengan insiden yang terjadi di halmahera selatan pada saat unjuk rasa.
“Saya menegaskan dan berkomitmen untuk menindaklanjuti tuntutan HMI dengan melakukan langkah penyelidikan lebih lanjut, atas insiden tersebut,” tegas Irjen Waris.
Selain itu, Kapolda juga menekankan rasa tanggung jawab Polri dalam memberikan perhatian khusus untuk pelayanan kesehatan terhadap korban dalam aksi unjuk rasa termasuk menjamin perlindungan terhadap kaum perempuan.
“Silaturahmi ini saya harap bisa memperkuat sinergi dan membuka ruang dialog antara Kepolisian dengan organisasi mahasiswa yang berada di Maluku Utara untuk menjaga kondusifitas pada wilayah yang kita cintai ini,” katanya mengakhiri.
Kapolda juga meminta dalam pelaksanaan aksi unjuk rasa agar dilakukan dengan damai dan tertib, tetap mempedoman pada aturan yang berlaku, serta menghormati hak orang lain. ***
Editor : Redaksi
Pewarta : Saha Buamona













