banner 468x60

IGD RSUD Chasan Boesorie Ternate Penuh, Pasien Dirawat Gunakan Kursi Pengunjung

Kondisi di ruang IGD RSUD CB Ternate ( foto : istimewa)

Klikfakta. id, TERNATE– Kondisi antrean pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Chasan Boesorie Ternate kian memprihatinkan.

Pasalnya ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) tampak penuh sesak dan tak lagi mampu menampung pasien lantaran seluruh tempat tidur sudah terisi, menyebabkan sebagian pasien sempat mengantre hingga dibiarkan terbaring di kursi pengunjung.

Seperti yang terlihat pada Kamis(6/11/2025), deretan kursi ruang tunggu dipenuhi pasien yang terbaring lemah. Beberapa hanya beralaskan kain tipis, dengan infus menggantung di sisi kursi seadanya.

Suara keluhan dan rintihan juga dapat terdengar bersahutan, menggambarkan betapa padat dan daruratnya kondisi di ruang IGD.

Salah satu keluarga pasien yang ditemui Klikfakta. id mengaku, mereka sudah menunggu berjam-jam tanpa mendapatkan tempat tidur.

“Dari pagi kami di sini, tapi tempat tidur semua penuh. Terpaksa berbaring di kursi, padahal badannya sudah tidak kuat,” ujar salah satu keluarga pasien dengan nada kecewa.

Situasi tersebut tidak hanya menunjukkan lonjakan pasien, tetapi juga lemahnya fasilitas dan kapasitas pelayanan di rumah sakit rujukan utama Provinsi Maluku Utara itu.

Tenaga medis tampak kewalahan menghadapi arus pasien yang terus berdatangan.

Seorang pengantar pasien lainnya mengatakan kondisi serupa bukan kali ini saja terjadi.

“Kursi pengunjung pun dipenuhi pasien. Kami kasihan melihat mereka. Ini rumah sakit provinsi, tapi pelayanannya seperti tak siap menghadapi keadaan darurat,” sesalnya.

Hingga berita ini ditayang, pihak manajemen RSUD Chasan Boesoirie belum memberikan keterangan resmi terkait situasi di ruang IGD.

Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Maluku Utara segera turun tangan memperbaiki pelayanan dan menambah fasilitas di rumah sakit rujukan tersebut.

RSUD Chasan Boesoirie seharusnya bukan sekadar gedung besar dengan label rumah sakit rujukan, tetapi tempat di mana nyawa manusia diselamatkan dengan empati dan kepedulian.

Pemandangan pasien yang terpaksa terbaring di kursi pengunjung hari ini menjadi tamparan keras bagi sistem pelayanan kesehatan yang semestinya berpihak pada kemanusiaan. (sah/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page