Klikfakta.id, TERNATE — DPRD Kota Ternate bakal menelusuri proyek pembangunan panggung kesenian di Pulau Hiri yang diduga mangkrak sejak tahun 2018–2019 hingga saat ini.
Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp1,2 miliar tersebut hingga kini belum memberikan manfaat bagi masyarakat, bahkan sebagian bangunannya sudah mengalami kerusakan.
Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate, M. Syaiful, menegaskan, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan, karena penggunaan anggaran daerah harus memberikan dampak yang nyata dan tidak berubah menjadi proyek terbengkalai, bahkan merugikan publik.
“Infrastruktur pembangunan panggung kesenian di Pulau Hiri yang diduga tidak selesai dibangun sejak 2018–2019 akan kami telusuri. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegas Syaiful, pada Jumat (28/11/2025).
Proyek tersebut, kata dia, berada di bawah tanggung jawab Dinas Pariwisata Kota Ternate.
Syaiful mengatakan pihaknya akan meneruskan persoalan itu ke Komisi II DPRD Kota Ternate yang membidangi urusan pariwisata untuk ditindaklanjuti.
“Kami akan teruskan ke Komisi II karena secara teknis mereka yang membawahi dinas terkait. Tetapi prinsipnya, DPRD tidak boleh tinggal diam,” ujarnya.
Syaiful menegaskan bahwa penggunaan uang rakyat tidak boleh disia-siakan. Proyek yang dibiayai APBD namun tidak selesai dan tidak memberi nilai manfaat kepada masyarakat merupakan bentuk kerugian publik yang harus diusut.
“Setiap rupiah uang rakyat yang digunakan kemudian tidak bermanfaat, maka DPRD sebagai lembaga pengawasan wajib hukumnya menelusuri. Jangan sampai masyarakat dirugikan oleh penggunaan anggaran yang tidak dimanfaatkan,” katanya.
Ia berharap penelusuran tersebut mampu membuka kejelasan status pekerjaan proyek sekaligus memastikan adanya pertanggungjawaban dari pihak pelaksana, agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (sah/red)















