banner 468x60

Buntut Pasien Wafat di Perjalanan, Legislatif Minta Jalan Trans Kie Raha Dialihkan ke Lintas Galela–Loloda

Ketua Komisi I DPRD Maluku Utara, Nazlatan Ukhra Kasuba ( foto : Saha Buamona/ Klikfakta. id)

Klikfakta.id, SOFIFI — Ketua Komisi I DPRD Maluku Utara, Nazlatan Ukhra Kasuba, meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut segera mengalihkan anggaran pembangunan jalan Trans Kie Raha ke perbaikan jalan lintas Galela–Loloda, Kabupaten Halmahera Utara.

Permintaan tersebut disampaikan Nazlatan buntut adanya peristiwa seorang pasien Guru SD asal Loloda Utara berinisial NP (48) yang meninggal dunia di perjalanan saat dirujuk ke RSUD Tobelo untuk mendapatkan perawatan medis, pada Rabu (10/12/2025).

NP diketahui dirujuk dari Puskesmas Dorume menggunakan mobil Hilux sebagai ambulans. Namun dalam perjalanan, terjebak banjir di sebuah sungai yang belum memiliki jembatan.

Akibat dari kondisi yang sangat ekstrem tersebut NP menghembuskan napas terakhir di tepi sungai sebelum tiba di fasilitas kesehatan.

Nazlatan menilai peristiwa itu menjadi bukti nyata bahwa kondisi jalan di wilayah Loloda Utara sangat darurat, karena ini bukan sekadar laporan di atas kertas.

“Saya banyak keluarga di Loloda, dan kejadian seperti ini menyentuh langsung hati. Karena itu, saya meminta pembangunan jalan Trans Kie Raha segera ditunda,” tegas Nazlatan, Jumat (12/12/2025)

Menurutnya pernyataan yang disampaikan bukan karena sentimen terhadap daerah, akan tetapi terkait dengan persoalan nyawa manusia. Maka Pemprov Malut segera mengalihkan jalan Trans Kie Raha ke perbaikan jalan dan jembatan Galela–Loloda.

Ketua Komisi I DPRD Malut itu menambahkan, bahwa dari sisi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) mana yang harus diprioritaskan itu sudah sangat jelas.

“Ada pembangunan yang masih menunggu, sementara di daerah lain masyarakat dapat mempertaruhkan keselamatan setiap kali melintas jalan rusak dan melewati sungai tanpa jembatan.

Untuk itu, Legislatif perempuan ini mendesak kepada Pemprov Maluku Utara harus mengambil langkah cepat. Pemerintah pusat sudah lebih dulu menurunkan bantuan pembangunan jalan, artinya perhatian dari pusat sudah ada.

“Namun saat ini masyarakat menunggu langkah nyata dari Pemprov untuk memastikan akses Galela–Loloda benar-benar aman,” ujarnya.

Nazlatan juga menyebut masyarakat tidak ingin mendengar alasan status jalan atau prosedur administratif. Namun yang mereka sangat membutuhkan keberpihakan dan tindakan.

“Keselamatan warga prioritas utama. Sebagai wakil rakyat dari dapil II, untuk itu saya akan terus menyuarakan sampai langkah konkret benar-benar diambil,” katanya.

Ia juga dengan tegas mempertanyakan urgensi pembangunan jalan Trans Kie Raha yang sampai saat ini dinilai belum mendapat dukungan kuat dari masyarakat.

“Sampai hari ini, pembangunan jalan Trans Kie Raha masih dipertanyakan publik. Karena itu, sudah selayaknya program tersebut dievaluasi ulang, terutama karena belum mendapatkan pembenaran yang jelas dari warga,” tutupnya. (sah/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page