banner 468x60

Parkir Liar Menjamur, Satlantas Polres Ternate Diminta Bertindak

Mahdi Pangadi S.H ( Praktisi Hukum)

Praktisi Hukum, Mahdi Pangadi S.H

Klikfakta. id, TERNATE– Kota Ternate hari ini menghadapi masalah lalu lintas yang tampaknya sudah dianggap “biasa” padahal sangat merugikan mobilitas masyarakat.

Ironisnya, persoalan ini bukan semata, karena pengendara yang melanggar, tetapi lebih karena maraknya parkir liar yang seolah dibiarkan menjadi bagian dari pemandangan kota.

Dalam situasi seperti ini, masyarakat wajar mempertanyakan: di mana sebenarnya fokus dan keberpihakan Satuan Lalu Lintas Polres Ternate?

” Setiap beberapa minggu, publik melihat adanya kegiatan razia dan penilangan. Itu baik, perlu, bahkan wajib Namun, kalau energi aparat hanya habis pada kegiatan tersebut, sementara persoalan parkir liar dibiarkan membengkak, maka kinerja itu belum bisa disebut menyeluruh, ” tegas Praktisi Hukum, Mahdi Pangadi S.H, Sabtu(13/12/2025).

Menurut Mahdi, apa gunanya menilang pengendara, jika sebagian jalan dibiarkan berubah menjadi tempat parkir permanen yang menghambat arus lalu lintas?

Ada kesan kuat bahwa Polres Ternate selama ini hanya fokus pada pelanggaran yang paling mudah ditindak—pengendara yang melintas.

” Padahal pelanggaran ruang jalan, yakni parkir liar, justru memiliki dampak jauh lebih besar terhadap kelancaran lalu lintas, ” tegasnya.

” Bayangkan: satu mobil parkir sembarangan bisa menghambat puluhan bahkan ratusan kendaraan di jam sibuk. Ini bukan pelanggaran sepele, tetapi pelanggaran yang memukul denyut pergerakan satu kota, ” sambungnya

Menurut Mahdi, masyarakat tidak butuh penindakan musiman yang muncul hanya ketika ada operasi khusus.

Apa yang dibutuhkan adalah disiplin penertiban yang konsisten, terutama terhadap parkir liar yang selama ini tampak seperti wilayah abu-abu: ada, terlihat, mengganggu, tetapi dibiarkan begitu saja.

” Seolah-olah tidak ada keberanian untuk menegakkan aturan di titik-titik yang sudah semua orang tahu menjadi sumber semrawut, ” sebutnya.

Padahal, bila Polres Ternate benar-benar ingin menunjukkan keberpihakan terhadap kepentingan publik, langkah pertama yang harus dilakukan bukan sekadar meningkatkan jumlah tilang, melainkan membersihkan ruas jalan dari parkir liar.

Ini persoalan mendasar. Ini bukan sekadar soal ketertiban; ini soal bagaimana aparat memahami prioritas dalam pengelolaan lalu lintas

Ditegaskan, kalau parkir liar tetap dibiarkan, maka kemacetan akan terus menjadi cerita harian masyarakat Ternate.

“Dan terus terang, publik sudah lelah dengan macet yang tidak perlu ini—macet yang bukan terjadi karena padatnya kendaraan, melainkan karena ada pembiaran terhadap pelanggaran yang menguasai badan jalan, “.

” Inilah alasan saya menegaskan, bahkan mendesak, agar Satuan Lalu Lintas Polres Ternate mulai menggeser fokusnya. Jangan hanya sibuk menilang, tetapi sibuklah menertibkan, ” pesannya.

Satlantas lanjutnya, jangan hanya mengejar angka pelanggar, tetapi kejarlah inti persoalan. Tunjukkan bahwa aparat hadir bukan sekadar sebagai pemungut pelanggaran, tetapi sebagai pengatur tata ruang jalan yang profesional dan berani.

Penertiban parkir liar adalah ukuran nyata keberanian dan integritas aparat. Bila parkir liar bisa ditertibkan, maka itu akan menjadi pesan kuat bahwa kepentingan publik benar-benar diutamakan.

Tetapi bila parkir liar terus dibiarkan, maka masyarakat akan tetap memandang penegakan hukum lalu lintas sebagai tebang pilih—keras ke pengendara, lunak pada pelanggaran ruang jalan.

” Ternate membutuhkan perubahan. Masyarakat membutuhkan ruang jalan yang kembali menjadi milik publik, bukan milik pelanggar yang seenaknya parkir sembarangan, ” jelasnya.

” Dan perubahan itu hanya bisa dimulai bila Polres Ternate mau mengakui: sudah waktunya bekerja lebih berani, lebih total, dan lebih jujur menertibkan apa yang selama ini luput disentuh, ” pungkasnya. (ajo/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page