banner 468x60

Asprov PSSI Maluku Utara Gelar Kongres Biasa 2025, ASBWI Resmi Jadi Anggota

Foto Sadly : Terbitmalut.com

Klikfakta.id, TERNATE — Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) Maluku Utara menggelar Kongres Biasa atau (Ordinary Congress) tahun 2025 yang digelar di Hotel Batik, Kota Ternate, Sabtu (13/12/2025).

Kongres dipimpin Sekretaris Jenderal Asprov PSSI Maluku Utara, Aldhy Ali, dan secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Asprov PSSI Maluku Utara, Edi Langkara.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua Umum Hasyim Abdulkarim serta perwakilan anggota PSSI kabupaten/kota se-Maluku Utara.

Dalam kongres tersebut, Asprov PSSI Maluku Utara secara resmi mengukuhkan Asosiasi Sepakbola Wanita Indonesia (ASBWI) Maluku Utara sebagai anggota baru.

Selain itu, kongres tersebut juga memutuskan pencabutan keanggotaan sejumlah klub yang dinilai tidak lagi aktif mengikuti agenda resmi PSSI.

Ketua Umum Asprov PSSI Maluku Utara, Edi Langkara, menegaskan bahwa PSSI memiliki kewenangan penuh sebagai regulator sepak bola di tingkat provinsi, termasuk pengusulan dan pencabutan status keanggotaan.

“Setiap anggota PSSI memiliki hak dan kewajiban yang harus berjalan seimbang. Keaktifan dalam event resmi seperti Piala Suratin, Liga 3 hingga Liga 4 menjadi indikator utama,” tegas Edi.

Menurutnya, ketentuan tersebut telah diatur secara jelas dalam Statuta PSSI dan menjadi catatan penting bagi seluruh anggota agar tetap aktif dan bertanggung jawab secara organisasi.

“Sesuai Surat Keputusan PSSI Maluku Utara, terdapat lima klub dicabut keanggotaannya, yakni Persitob, Persila, Persi, Persibu, dan Taliabu FC. Keputusan ini disepakati secara aklamasi oleh peserta kongres,” ungkapnya.

Selain pembahasan keanggotaan, kongres juga menerima sejumlah masukan dari anggota PSSI kabupaten/kota, antara lain terkait penugasan tenaga medis, wasit, serta pengamanan dalam pertandingan.

“Karena tanpa rekomendasi PSSI, maka tidak diperkenankan adanya pengamanan dari pihak kepolisian. Ini menjadi salah satu poin penting yang dibahas dalam kongres,” tambahnya.

Dalam forum tersebut, Asosiasi Sepakbola Perempuan Maluku Utara dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan sesuai statuta dan resmi diterima sebagai anggota Asprov PSSI Maluku Utara melalui Kongres Biasa 2025.

Mantan Bupati Halmahera Tengah itu juga menegaskan komitmen Asprov PSSI Maluku Utara mendorong seluruh PSSI kabupaten/kota agar aktif untuk menyelenggarakan kompetisi, khususnya dalam menyongsong pelaksanaan Liga 4 Tahun 2026.

“Saya mengingatkan seluruh PSSI kabupaten/kota agar aktif membuat event. Statuta menegaskan setiap daerah wajib melaksanakan kompetisi,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asprov PSSI Maluku Utara, Aldhy Ali, menyampaikan bahwa jumlah anggota asosiasi kini bertambah menjadi 13 anggota.

Sebelumnya, Asprov PSSI Maluku Utara memiliki 10 anggota PSSI kabupaten/kota serta dua anggota asosiasi, yakni Asosiasi Futsal dan Asosiasi Pelatih.

“Hari ini, atas persetujuan para voter, Asosiasi Sepakbola Perempuan Maluku Utara resmi menjadi anggota Asprov PSSI Maluku Utara,” pungkas Aldhy. (sah/red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page