Klikfakta. id, TERNATE— Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara, Irjen Pol. Waris Agono, menjadi narasumber dalam program dialog interaktif yang disiarkan Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate, Rabu (23/12/2025).
Dialog tersebut mengangkat topik antisipasi pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah Maluku Utara.
Kegiatan yang berlangsung di Studio Pro 1 RRI Ternate ini turut dihadiri Karo Ops Polda Maluku Utara Kombes Pol. Teguh Kariyadi, Kabidhumas Polda Malut Kombes Pol. Bambang Suharyono, Kepala Kantor Basarnas Ternate Irwan Ramdani, Kasi Ops Korem 152/Babullah, serta Kepala RRI Ternate.
Dalam dialog tersebut, Kapolda menyampaikan bahwa Polda Maluku Utara bersama seluruh jajaran telah siap melaksanakan pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kesiapan ini mencakup delapan aspek utama, mulai dari kesiapan posko, perencanaan operasi, personel, peralatan, anggaran, hingga unsur pendukung lainnya.
Menurut Irjen Pol. Waris, Polda Maluku Utara juga telah melaksanakan latihan praoperasi (Latpraops) yang diikuti seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan, serta apel gelar pasukan guna memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana pendukung.
“Sebanyak 751 personel Polri kami siapkan untuk melaksanakan pengamanan, dengan dukungan TNI dan instansi terkait lainnya,” ujar Irjen Waris.
Ia juga mengungkapkan bahwa sterilisasi telah dilakukan terhadap gereja-gereja yang akan digunakan untuk ibadah Natal di seluruh wilayah Maluku Utara. Tercatat sebanyak 1.110 gereja digunakan untuk kegiatan peribadatan selama perayaan Natal 2025.
Selain itu, Polda Maluku Utara telah mendirikan 76 pos yang terdiri dari 45 pos pengamanan, 21 pos pelayanan, dan 10 pos terpadu. Pos-pos itu disiapkan untuk mendukung kelancaran pengamanan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru.
Lebih lanjut, Kapolda menjelaskan bahwa potensi ancaman selama perayaan Natal dan Tahun Baru dipetakan ke dalam empat klaster utama, yakni kemacetan lalu lintas, penyeberangan, tempat ibadah, dan tempat wisata.
“Potensi kerawanan juga diperkirakan terjadi pada arus mudik, arus balik, serta saat puncak perayaan Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi potensi bencana alam, Polda Maluku Utara telah menyiagakan personel, peralatan, dan anggaran yang ditempatkan di Satuan Brimob dan jajaran kewilayahan.
Latihan pra-bencana juga telah dilaksanakan guna memastikan kesiapan personel apabila terjadi situasi darurat.
Kapolda menegaskan, Polda Maluku Utara berkomitmen penuh untuk memastikan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan harmonis bagi seluruh masyarakat di Maluku Utara. (sah/red)















