banner 468x60

Mekanisme Pesyaratan Bakal Calon PP HPMS Dinilai Cacat Prosedur

Amirudin Yakseb

Klikfakta.id, KEPSUL – Mekanisme persyatatan pendaftaran Bakal Calon Pengurus pusat Himpunan pelajar mahasiswa Sula (PP HPMS) dinilai cacat prosedur dan harus ditinjau ulang.

Hal ini, disampaikan oleh salah satu bakal calon PP HPMS, Amirudin Yakseb. Ia menilai  Persyaratan umum bakal calon harus dibahas dan disepakati dalam forum kongres melalui sidang komisi-komisi. Setelah di sahkan barulah di tetapkan menjadi aturan main.

Antara syarat Umum dan Syarat Administrasi tidak seimbang. Dimana dalam syarat umum ada poin yang menyatakan tidak melakukan pelanggaran hukum yang mencedrai nama baik organisasi seharusnya turunan administrasinya berupa SKCK atau surat keterangan dari masing-masing cabang atau PP tetntang tidak pernah ada prlanggaran untuk Bakal Calon.

Selain itu, persyaran harus memiliki rekam jejak organisasi dalam turunan administrasinya harus bukti SK pengurus atau Sertifikat Pengkaderan.

“Adanya biaya yang ditentukan oleh panitia setelah mendaftar tidak di cantumkan dalam formulir sebagai bagian dari syarat. Namun setelah di kembalikan berkas ternyata ada biaya pendaftaran apalagi sampai lebih dari 1 juta, inikah hal yang konyol, padahal ini adalah forum mahasiswa dan pelajar. Bagaimana mungkin mahasiswa yang mengusungka kandidatnya harus dibebani biaya sebesar itu, apalagi, sebelumnya tidak pernah ada pembahasan. Apalagi ini tidak berdasar,”

“Bagi saya ini sangat keliru dan syaratnya haruslah gugur, Apalagi mekanisme juga salah. Sebab mekanisme yang benar adalah semangat pertama adalah semangat Perubahan dan pembahasan AD/ART setelah itu barulah semangat Pencalonan. Bukan sebaliknya, ” tegasnya.

“Saya berharap semua cabang-cabang harus memiliki sikap yang kuat dalam mempertahankan kebenaran. Wadah ini sebagai wadah kekeluargaan, buka saja ruang untuk semuanya jangan ada tendensi berlebihan. Sebab hal itu akan merusak persaudaraan kita, ” tambahnya.

” Ingat jika kepentingan hari ini harusnya jadi kepentingan sama-sama kedepan. Tapi jika itu dirusak maka kepentingan hari ini, kedepannya akan jadi kepentingan kita masing-masing, ” pungkasnya. ***

Editor     : Redaksi

Pewarta : Sudirman Umawaitina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page