banner 468x60

Warga Terdampak Banjir dan Longsor Dibantu Personel Halut, Sekaligus Bagi Bantuan ke Halbar

Pwnyaluran Bantuan Kepada Warga Terdampak Musibah Bencana Alam( foto : istimewa)

Klikfakta, HALUT – Personel gabungan Markas Unit (Marnit) Halmahera Utara bersama Polres Halmahera Utara, Maluku Utara, melaksanakan aksi tanggap bencana dan membagikan bantuan sembako di Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Barat, Sabtu (10/1/2026).

Kegiatan kemanusiaan tersebut menyasar tiga desa yang mengalami dampak cukup parah, yakni Desa Siokonora, Desa Limau, dan Desa Bobisingo, Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halmahera Utara.

Pengerahan personel merupakan wujud kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat yang tengah menghadapi musibah bencana alam.

Rangkaian kegiatan yang diawali dengan pergeseran personel menggunakan truk dinas Polres Halmahera Utara menuju lokasi terdampak Desa Siokonora, personel langsung melakukan pengecekan situasi terkini dan pendataan perkembangan dampak kerusakan yang dialami warga.

Selanjutnya, tim gabungan bergerak ke Desa Limau. Di lokasi itu personel Marnit Tobelo dan Polres Halut turun langsung membersihkan rumah-rumah warga yang terendam lumpur akibat banjir.

Selain itu, petugas juga bergotong royong mengevakuasi pohon tumbang yang menghalangi akses jalan desa demi kelancaran aktivitas masyarakat.

Kegiatan juga berlanjut ke Desa Bobisingo dengan fokus utama membuka kembali akses jalan yang tertutup material longsor.

Personel bahu-membahu menyingkirkan bebatuan besar serta memotong batang pohon tumbang yang menutupi jalan utama, sehingga akses transportasi warga dapat kembali normal.

Sementara itu, Polda Maluku Utara juga menunjukkan komitmen penanganan bencana di Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara.

Hal ini ditandai dengan pelaksanaan apel pengecekan personel gabungan TNI–Polri dan instansi terkait yang berlangsung di Desa Doitia, Sabtu (10/1/2026).

Apel pengecekan itu dengan tujuan untuk memastikan kesiapan personel dalam menghadapi potensi bencana susulan serta dalam mempercepat penanganan dampak bencana.

Personel Polri bersinergi dengan TNI, BPBD, TAGANA, Dinas Kesehatan, dan Satpol PP dalam satu tim kemanusiaan.

Kabidhumas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W menegaskan bahwa kehadiran Polri di lokasi bencana merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.

“Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga berada di garis depan saat masyarakat membutuhkan bantuan, khususnya situasi bencana. Keselamatan warga menjadi prioritas utama kami,” ujarnya.

Ia menjelaskan, personel Polri dari Polres Halmahera Utara, Polsek Loloda Utara, Ditpolairud Polda Maluku Utara, hingga Brimob Kompi Kupa-Kupa yang diterjunkan untuk memperkuat evakuasi, pengamanan wilayah, serta pembersihan rumah warga terdampak.

Menurutnya, sinergi lintas instansi sangat penting agar seluruh tahapan penanganan bencana, mulai evakuasi, pengamanan, hingga pemulihan, dapat berjalan cepat dan terkoordinasi.

Ia juga mengingatkan seluruh personel agar selalu mengutamakan keselamatan dalam bertugas mengingat wilayah tersebut tergolong rawan bencana.

Selain itu upaya teknis, Polri juga harus memperhatikan aspek kemanusiaan dengan menjadwalkan pembersihan rumah warga secara teratur, dan memberikan ruang bagi pelaksanaan ibadah untuk personel dan masyarakat.

Di sisi lain, Pemerintah Kecamatan Loloda bersama Unsur Pimpinan Kecamatan (Muspika) yang terdiri dari Polsek Loloda dan Koramil Loloda turut menyalurkan bantuan sosial berupa sembako kepada warga terdampak banjir dan ongsor di Kecamatan Loloda Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Sabtu (10/1/2026).

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dan dipusatkan di wilayah Kecamatan Loloda. Kegiatan tersebut dihadiri Camat Loloda Norlis Souw, Kapolsek Loloda Ipda Ibrahim La Jaa, Sekcam Loloda Selatan Kaspar Saklaresy, perwakilan Danramil Loloda Serma Aliadin, para kepala desa terdampak, personel Polsek dan Koramil Loloda, serta Satpol PP Kecamatan.

Bantuan yang diserahkan secara simbolis kepada masing-masing kepala desa, kemudian disalurkan kepada warga melalui metode door to door atau diantar langsung ke rumah penerima sesuai data kerusakan akibat bencana.

Adapun desa-desa di Kecamatan Loloda Selatan yang telah menerima bantuan antara lain Desa Linggua, Tolofuo, Totala Jaya, Tuguis, Tasye, Tomodo, Totala, Bosala, Kedi, dan Desa Soa-sio.

Bantuan sembako yang disalurkan meliputi beras, mi instan, gula pasir, minyak goreng, susu kaleng, teh celup, air mineral, serta paket family kit dengan jumlah yang diterima setiap desa disesuaikan dengan tingkat dampak bencana di masing-masing wilayah.

Kapolsek Loloda, Ipda Ibrahim La Jaa, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan distribusi bantuan mendapat pengawalan ketat dari personel Polsek Loloda guna memastikan keamanan dan ketertiban.

“Selama kegiatan penyaluran sembako berlangsung, dilakukan pengawalan dan pengamanan. Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar, situasi aman, dan terkendali,” pungkasnya. (sah/red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page