banner 468x60

Bupati Halut Pastikan Alat Berat Dikirim Lewat Jalur Darat ke Lokasi Bencana Loloda Utara

Bupati Halut Minta Dukungan Warga di Jalur Mobilisasi Alat Berat

Klikfakta.id,HALUT– Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara memobilisasi alat berat guna membuka kembali akses jalan dan melakukan normalisasi sungai serta akses jalan di wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Kecamatan Loloda Utara.

Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, lewat Voice note pada  Senin (19/1/2026) pagi tadi mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah pemerintah daerah melakukan kunjungan langsung ke Desa Doitia dan melihat kondisi masyarakat terdampak.

“Dari hasil peninjauan di lapangan, kami berkesimpulan untuk segera mengirimkan alat berat guna melakukan normalisasi sungai di Desa Doitia, Desa Porimoi, dan Desa Asmiro. Normalisasi ini masih bersifat darurat untuk mengalirkan kembali aliran sungai,” kata Bupati.

Bupati menjelaskan, pemerintah daerah sebelumnya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Gubernur Maluku Utara, untuk mendatangkan alat berat menggunakan Landing Craft Tank (LCT). Namun rencana tersebut terkendala karena kondisi cuaca ekstrem.

“Kami menerima informasi bahwa LCT tidak bersedia mengangkut alat berat ke wilayah terdampak karena faktor cuaca,” ujarnya.

Selain itu, lokasi pendaratan LCT di Desa Momijou yang sebelumnya pernah digunakan oleh salah satu perusahaan kayu juga tidak dapat difungsikan karena mengalami longsor.

Meski menghadapi berbagai kendala, Pemda Halut tetap berupaya melakukan penanganan pascabencana.

Bupati menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolres dan Dandim untuk mencari alternatif akses menuju Desa Doitia yang saat ini terputus akibat banjir dan longsor.

“Hasil koordinasi kami sepakat mengirimkan alat berat melalui jalur darat, meskipun tantangannya cukup besar,” jelasnya.

Dalam mobilisasi tersebut, pemerintah daerah mengerahkan dua unit ekskavator, dua unit dump truck, satu unit dump truck untuk penyaluran BBM, serta satu unit truk milik TNI. Pengiriman alat berat ini juga dikawal oleh enam personel gabungan TNI dan Polri.

Selain itu, Bupati menambahkan, sesuai informasi di lapangan, jembatan di Desa Pocao mengalami kerusakan akibat bencana sehingga tidak dapat dilalui.

Untuk itu, pemerintah telah meminta pemerintah desa setempat menyiapkan pembangunan jembatan darurat. Selain Desa Pocao, sejumlah titik longsor juga terjadi di jalur menuju lokasi bencana, termasuk di wilayah Desa Dorume dan Desa Ngajam.

“Tujuan utama pengiriman alat berat ini adalah Desa Doitia. Kami berharap dukungan masyarakat di desa-desa yang dilalui agar perjalanan tim berjalan lancar, sehingga akses jalan ke wilayah terdampak dapat segera terbuka,” pungkas Bupati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page