banner 468x60

BPBD Halut Distribusi Logistik Dapur Umum Lewat Jalur Darat ke Wilayah Dampak Bencana

Klikfakta.id,HALUT– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara mulai melakukan distribusi logistik berupa bahan makanan untuk kebutuhan dapur umum melalui jalur darat menuju wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Desa Doitia Kecamatan Loloda Utara.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Halut Heni Tonga, mengatakan tim akan diberangkatkan menuju Desa Doitia pada pukul 02.00 WIT dini hari melalui akses jalan darat.

Menurut Heni, distribusi logistik melalui jalur darat ini merupakan yang pertama kali dilakukan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sebagian wilayah Kecamatan Loloda Utara pada 5 Januari 2026 lalu.

“Sejak bencana terjadi, seluruh akses menuju lokasi terdampak lumpuh total. Jalan tertimbun material longsor sehingga menghambat proses penyaluran bantuan,” jelasnya Senin (19/1/2026).

Ia menyebutkan, tim gabungan kabupaten yang terdiri dari dinas terkait, TNI, dan Polri baru dapat menjangkau lokasi terdampak pada 10 Januari 2026 dengan menempuh jalur laut. Hingga saat ini, tim masih melakukan berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk pembersihan rumah-rumah warga yang terdampak.

Heni juga menambahkan pasca pemberlakuan status tanggap darurat, bantuan bagi warga terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah terus mengalir.

Bantuan tersebut berupa bahan makanan dan kebutuhan dasar lainnya yang datang dari berbagai pihak, baik perorangan, organisasi, maupun pihak perusahaan.

Terkait ketersediaan bantuan, Heni memastikan stok bahan makanan untuk masyarakat terdampak masih dalam kondisi aman.

Kendati demikian, ia mengakui masih terdapat keluhan dari warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah akibat banjir dan longsor, sehingga hingga kini masih tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Diketahui Pemerintah Daerah Halmahera Utara pada Senin pagi tadi telah mengerahkan sejumlah alat berat ke wilayah terdampak guna membuka kembali akses jalan darat. Namun, hingga kini pihaknya belum dapat menyampaikan perkembangan terkini pasca mobilisasi alat berat tersebut.

“Kami berharap dengan terbukanya kembali akses jalan, seluruh tim penanggulangan bencana banjir dan longsor di Loloda Utara dapat segera ditarik kembali,” ujarnya.

Sementara itu, untuk pendataan kerusakan serta klasifikasi jumlah pengungsi berdasarkan jenis kelamin dan kelompok usia seperti bayi dan lansia, BPBD Halut telah membentuk tim pendataan yang bekerja di seluruh wilayah terdampak, termasuk Kecamatan Kao Barat, Galela Utara, Galela Selatan, Galela Barat, Kecamatan Loloda Utara dan Loloda Kepulauan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page