Klikfakta.id, HALUT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara melalui Pusdalops-PB merilis data sementara jumlah wilayah dan warga terdampak bencana banjir serta tanah longsor yang melanda sejumlah kecamatan sepanjang Januari 2026.
Berdasarkan laporan yang dihimpun sejak 8 hingga 23 Januari 2026, bencana hidrometeorologi tersebut menerjang beberapa kecamatan, yakni Loloda Utara, Galela, Galela Utara, Galela Selatan, Galela Barat, serta Kao Barat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Halut, Heni Tonga, menyampaikan bahwa data yang dirilis masih bersifat sementara dan terus diperbarui berdasarkan hasil asesmen petugas di lapangan.
Loloda Utara Paling Banyak Terdampak Dari seluruh wilayah terdampak, Kecamatan Loloda Utara tercatat sebagai daerah dengan jumlah korban terdampak terbanyak. Sejumlah desa mengalami dampak cukup parah akibat banjir dan longsor.
Berikut rincian sementara jumlah kepala keluarga (KK) terdampak di Loloda Utara, Desa Ngajam 53 KK Desa Doitia 220 KK, Desa Worimoi 60 KK, Desa Dorume 25 KK, Desa Asimiro: 30 KK, Desa Supu 17 KK Desa Apulea 45 KK, Desa Podol 15 KK. Total sementara di Loloda Utara mencapai 465 KK atau sekitar 1.734 jiwa terdampak.
Angka ini menjadi yang tertinggi dibanding kecamatan lain di Halmahera Utara. Dampak Meluas ke Wilayah Galela dan Sekitarnya Selain Loloda Utara, dampak bencana juga terjadi di wilayah Galela dan sekitarnya.
Di Kecamatan Galela, Desa Soasio tercatat sebanyak 327 KK atau sekitar 1.308 jiwa terdampak. Sementara itu, di Kecamatan Galela Utara bencana dilaporkan terjadi di Desa Limau, Dodowo, Bobisingo, Tutumaloleo, Togasa, dan Pelita.
Di Kecamatan Galela Selatan, desa terdampak meliputi Igobula, Soakorona, Togawa, dan Togawa Besi. Sedangkan di Kecamatan Galela Barat, dampak tercatat di Desa Ori.
Bencana juga terjadi di Kecamatan Kao Barat, meliputi Desa Soamaetek, Tuguis, Parseba, Bailengit, Pitago, Toboulamo, Takimo, dan Leleseng. Di wilayah-wilayah tersebut, laporan sementara menunjukkan ratusan kepala keluarga terdampak akibat luapan sungai, banjir permukiman, serta longsoran tanah yang merusak rumah warga dan menutup akses jalan.
Total Sementara Warga Terdampak Akumulasi dari beberapa kali pembaruan data BPBD mencatat total sementara mencapai sekitar 890 KK dengan 3.727 jiwa terdampak di wilayah Halmahera Utara. Namun demikian, Heni menegaskan angka tersebut masih dapat berubah.
“Data ini bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai hasil pendataan petugas di lapangan,” ujarnya.
Perlu di ketahui Pemerintah Daerah Halmahera Utara telah mencabut status darurat bencana di Kecamatan Loloda Utara dan Kecamatan Kao Barat terhitung Selasa, 27 Januari 2026.
Pencabutan status darurat tersebut diumumkan langsung oleh Wakil Bupati Halut Kasman Hi Ahmad dalam jumpa pers di Posko Penanggulangan Bencana BPBD Halut.
Meski status darurat telah dicabut, pemerintah daerah tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.















