banner 468x60

5 Pelajar di Halbar Termasuk anak Kadis PUPR Jalani Rehabilitasi di BNNP Malut

Ilustrasi Penyalahgunaan Narkoba, foto : Repro Javanewsonline. com

Klikfakta.id, HALBAR– Sebanyak 5 pelajar di Kabupaten Halmahera Barat, salah satunya anak Kadis PUPR yang terlibat kasus penyalahgunaan narkoba, diserahkan oleh Satresnarkoba Polres Halbar ke Badan Narkotika Nasional Provinsi ( BNNP) Maluku Utara, untuk menjalani rehabilitasi.

Kelima pelajar yang masih dibawah umur itu, sebelumnya diamankan petugas menindaklanjuti adanya laporan dari pemerintah desa dan warga di kecamatan Jailolo terkait dugaan aktivitas mencurigakan di sebuah rumah yang kerap dijadikan tempat berkumpul para pelajar.

Laporan tersebut ditindaklanjuti polisi dengan melakukan penggerebekan pada Jumat (21/11/2025) sekitar pukul 23.05 WIT.

Petugas menemukan tiga sachet plastik bening kecil, satu linting tembakau, serta 15 linting sisa pakai yang diduga mengandung narkotika.

Petugas juga menyita dua unit telepon genggam masing-masing iPhone 13 dan Infinix X6815D, satu korek gas, serta uang tunai Rp50 ribu.

Kelima pelajar tersebut langsung diamankan dan diserahkan pihak desa ke Polres Halbar bersama seluruh barang bukti untuk diproses lebih lanjut oleh Satresnarkoba.

Tak berhenti di situ, sekitar pukul 01.15 WIT, polisi kembali melakukan pengembangan ke rumah pelajar lain di Kecamatan Jailolo. Dari lokasi kedua, ditemukan satu sachet plastik besar berisi dua sachet kecil yang juga diduga narkoba.

“Lima anak di bawah umur tersebut sudah dilakukan asesmen oleh BNN, dan hasilnya direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi,” ujar Kasat Narkoba Polres Halbar, IPDA Taufik Duwila, Selasa, (3/2/2026).

Taufik juga memastikan penanganan kasus tersebut dilimpahkan ke BNNP Maluku Utara sesuai dengan ketentuan hukum yang mengatur penanganan anak sebagai penyalahguna narkotika.

Sekedar informasi, kasus ini menjadi sorotan publik, tidak hanya karena melibatkan anak pejabat daerah, tetapi juga karena menunjukkan bahwa peredaran narkoba telah menyasar kalangan pelajar dan menembus lingkungan elite birokrasi.

Masyarakat pun mendesak aparat penegak hukum agar bertindak tegas dan transparan dalam mengusut jaringan peredaran narkoba di halmahera barat, sekaligus mempertanyakan lemahnya pengawasan serta efektivitas upaya pencegahan narkoba di daerah tersebut. (sah/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page