Klikfakta.id, SULA — Kapolres Kepulauan Sula, Maluku Utara AKBP Kodrat Muh Hartanto pimpin upacara pengukuhan serta membekali sepuluh personel Da’i untuk Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Kegiatan tersebut dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Tahun 2026 langkah strategis dan humanis yang digelar di Ruang Vicon Polres Kepulauan Sula, Desa Fatce, Kecamatan Sanana, Kamis(12/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polres dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Sula Ust Amirullah Mandaya dan Ust. Anwar Kuba.
Sebanyak 10 personel resmi dikukuhkan sebagai Da’i Kamtibmas yang bertugas menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) dengan menyisipkan pesan-pesan Kamtibmas selama perayaan bulan suci Ramadan.
Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Kodrat Muh Hartanto, menegaskan bahwa peran Da’i Kamtibmas bukan sekadar menyampaikan ceramah biasa, melainkan menjelma sebagai representasi wajah humanis Polri di tengah umat.
“Ini bagian dari upaya kita menghadirkan Polri yang dekat, tidak menakutkan, dan membumi. Saya minta para Da’i tampil profesional, santun, dan edukatif,” ujar Kapolres, Jumat (13/2/2026).
AKBP Kodrat menegaskan agar sampaikan pesan Kamtibmas dengan gaya berdakwah yang menyejukkan hati, bukan menggurui. Karena Masyarakat harus merasa nyaman.
Ia juga menekankan pentingnya sinergitas di lapangan. Para Da’i Kamtibmas diminta tidak bergerak sendiri, melainkan membangun komunikasi aktif dengan pemerintah desa, tokoh pemuda, serta takmir masjid.
Menurutnya silaturahmi dengan bersinergi bersama para tokoh agama dan masyarakat, pesan tentang bahaya narkoba, pencegahan kejahatan, hingga keselamatan berlalu lintas.
“Karena itu akan lebih mudah diterima jamaah dalam balutan dakwah yang damai,” imbuhnya.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan simulasi penyampaian dakwah yang dilakukan secara interaktif. Hal ini menunjukkan bahwa pembekalan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi ruang belajar yang aplikatif bagi personel.
Salah satu peserta mengaku siap mengemban amanah ini di tengah rutinitasnya sebagai personel kepolisian.
“Kami tidak hanya dibekali materi kepolisian, tetapi juga pendekatan dakwah dari para ulama. Ini sangat berarti karena kami ingin menjadi jembatan antara Polri dan masyarakat, agar Ramadan tahun ini terasa lebih aman, damai, dan penuh berkah, ” pungkasnya. (sah/red














