Tindaklanjuti Program Kapolri Baru, Kapolda Malut: Layani Warga dengan Hati

Saha Buamona Klikfakta.id
Kapolda Malut Irjen Pol. Arif Budiman saat diwawancarai di Rumah Transit di Ternate (Foto Saha Buamona/Klikfakta.id)

Klikfakta.id,TERNATE — Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman tegaskan kepada Personel Polda Maluku Utara maupun jajaran Polres agar pelayanan kepolisian lebih dekat dengan masyarakat. 

Ketegasan Kapolda menindaklanjuti program Kepala Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dengan tegas tetapkan “Polisi Bersama Masyarakat”.

Penegasan yang disampaikan Kapolda mulai dijalankan setelah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto jabat sebagai Kapolri gantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. 

Irjen Pol. Arif katakan “Polisi Bersama Masyarakat” itu artinya bahwa tempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian. 

“Jadi Kita (Polri) dituntut hilangkan jarak dengan masyarakat, aktif dengar keluhan, bekerja bersama, serta hadirkan solusi atas persoalan keamanan dan ketertiban,” ujar Kapolda ketika diwawancarai di Rumah Transit di Ternate, Selasa (6/10/2026). 

Kebijakan yang baru tersebut wajib ditindaklanjuti seluruh jajaran kepolisian, termasuk di wilayah hukum Polda Maluku Utara. 

Pendekatan yang dibangun Kapolri lebih menyentuh masyarakat karena polisi sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat!

“Intinya supaya Polri lebih dicintai masyarakat! Itu saja! Karena slogan Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan itu betul-betul dirasakan masyarakat,” tandasnya. 

Kepada seluruh jajaran Polda Maluku Utara hingga Polres dan Polsek untuk wajib sesuaikan program di tingkat pusat dengan kebutuhan masyarakat di daerah. 

Arif menilai, arah kebijakan Kapolri itu sejalan dengan program yang telah dijalankannya di Maluku Utara, khususnya dalam bangun kedekatan polisi dan masyarakat. 

“Pada intinya masyarakat harus dilayani dengan hati, karena ini juga salah satu program saya, Jadi saya kira itu sejalan,” ujarnya. 

Menurutnya setiap keluhan dari masyarakat harus diterima dan ditindaklanjuti. 

Ia bahkan telah dorong program “Satu Hari Bersama Masyarakat” sebagai ruang personel kepolisian untuk hadir langsung ditengah masyarakat. 

“Jadi apapun keluhan masyarakat kita harus terima. Karena program saya yang terakhir itu sehari bersama masyarakat untuk mengetahui masalah, menampung, dan membantu cari solusi,” tukasnya. 

Arif jelaskan tujuh program utama Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto jadi arah pembenahan institusi Polri diantaranya: 

Penguatan kelembagaan melalui penataan struktur organisasi agar Mabes Polri semakin strategis dan ramping, Polda proporsional, Polres kuat sebagai kesatuan operasional dasar, serta Polsek tangguh yang dekat dengan masyarakat. 

Pembenahan sumber daya manusia (SDM) secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, rekrutmen yang bersih tanpa calo, pendidikan hingga purna tugas berbasis meritokrasi dan integritas. 

Penguatan terhadap pelayanan publik, dengan geser orientasi pelayanan dari sekadar penuhi prosedur administratif jadi pelayanan yang benar-benar untuk penuhi kebutuhan masyarakat secara cepat, transparan dan terintegrasi. 

Penguatan penegakan hukum, dengan ukur keberhasilan bukan hanya jumlah perkara yang ditangani, tetapi kualitas proses dan hasil yang berkeadilan, termasuk dengan berantas budaya no viral, no justice. 

Penguatan pengawasan, dengan ubah sistem pengawasan internal dari reaktif yang jadi berbasis risiko serta pastikan setiap pengaduan masyarakat miliki penanggung jawab yang jelas. 

Akuntabilitas anggaran, dengan pastikan penggunaan anggaran berorientasi pada hasil nyata dan berikan dampak yang dirasakan masyarakat. 

Modernisasi dan transformasi digital, melalui penerapan Smart Policing, integrasi Satu Data Polri, serta penegakan hukum berbasis ilmiah atau Scientific Crime Investigation. 

Sementara itu, tujuh program prioritas yang diterapkan oleh Kapolda Maluku untuk tingkat Polda hingga Polres jajaran diantaranya;

Kie Raha Aman, untuk hadirkan keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah kepulauan melalui patroli, sinergi antarinstansi dan partisipasi masyarakat. 

Investasi Aman di Maluku Utara, untuk ciptakan iklim investasi yang aman, kondusif dan berkelanjutan. 

Desa Binaan Presisi, untuk perkuat kemitraan antara Polri, pemerintah desa dan masyarakat dalam wujudkan desa yang aman dan tangguh. 

Polisi Digital di Maluku Utara, artinya dengan optimalkan teknologi digital untuk hadirkan pelayanan kepolisian yang modern, cepat, transparan dan mudah diakses. 

Generasi Emas Kie Raha dan Bebas Narkoba, untuk bentuk generasi muda cerdas, berkarakter, berprestasi dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. 

Polri Melayani dengan Hati, artinya dengan kedepankan pelayanan profesional, humanis, cepat, transparan dan berintegritas. 

Satu Hari Bersama Masyarakat, sebagai upaya dekatkan polisi dengan warga melalui komunikasi langsung, penyerapan persoalan serta pencarian solusi bersama. 

Untuk itu Arif tegaskan seluruh jajaran Polda Maluku Utara agar kedepankan hati dalam berikan pelayanan kepada masyarakat. 

Jenderal dua bintang di Polda Maluku Utara itu minta personel kepolisian tidak persulit warga yang butuh bantuan, terutama ketika harus datang ke kantor polisi. 

“Layani masyarakat dengan sepenuh hati, jangan membuat susah, karena masyarakat butuh kehadiran kepolisian, apalagi sampai datang ke kantor Polisi,” pesan Kapolda. (sah/red) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *