Klikfakta.id, SOFIFI — Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman menerima kunjungan dan silaturahmi perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku Utara di ruang kerja Kapolda di Mapolda Malut, Sofifi, Selasa (20/10/2026).
Kunjungan dan silaturahmi yang dilakukan oleh perwakilan MUI Maluku Utara dipimpin oleh H. Irwan Tamsoa yang juga sebagai Imam Masjid Raya Shafful Khairaat bersama wakil Imam Hamdan Hasan serta rombongan.
Pertemuan tersebut menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi agar aspirasi tokoh agama terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Maluku Utara terserap langsung.
Selain itu juga untuk pembinaan generasi muda, serta penanganan berbagai persoalan sosial di wilayah Maluku Utara.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan MUI Malut H. Irwan Tamsoa menyampaikan bahwa dirinya sangat prihatinnya terhadap kenakalan remaja, rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an bagi kalangan pelajar berdasarkan survei yang dilakukannya.
Selain itu persoalan yang berpotensi tindak kriminal seperti HIV, dugaan praktik prostitusi, peredaran minuman keras jenis, serta perlunya penertiban kegiatan hiburan masyarakat agar tetap memperhatikan ketentuan waktu yang berlaku.
“Kami usulkan ada program Desa Binaan Polri yang bersinergi langsung dengan program pembinaan desa perguruan tinggi,” ujar H. Irwan.
Kolaborasi tersebut diharapkan agar mampu memperkuat pendidikan agama, membentuk karakter generasi muda, serta meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga lingkungan yang aman dan kondusif.
Selain itu, Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan patroli kepolisian dan upaya pemberantasan minuman keras serta pengungkapan kepemilikan senjata api.
“Kami dari tokoh agama memberikan masukan agar penindakan pelanggaran lalu lintas tetap mengedepankan edukasi, keselamatan kepada pengguna jalan, dan mempertimbangkan waktu pelaksanaan ibadah,” ucapnya.
Sementara Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman menegaskan bahwa pemeliharaan kamtibmas membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, lembaga pendidikan, dan pemerintah setempat.
Kapolda menjelaskan bahwa program “Polisi Bersama Masyarakat” maupun “Polri Melayani dengan Hati” menjadi bagian dari upaya untuk mendekatkan pelayanan kepolisian terhadap masyarakat.
“Program kami tentang “Satu Hari Bersama Masyarakat”, personel Polri turun langsung untuk menyerap aspirasi warga, sedangkan program Desa Binaan diarahkan agar setiap polsek memiliki desa binaan sebagai sarana pembinaan dan pencegahan atas gangguan kamtibmas,” kata Irjen Arif.
Terkait dengan persoalan sosial, Kapolda menyampaikan bahwa pencegahan praktik prostitusi, penanganan HIV, serta pembinaan anak dan remaja tentu memerlukan langkah terpadu.
Peran keluarga, tokoh agama, dan lingkungan pendidikan dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus melindungi generasi muda dari pengaruh negatif.
Kapolda juga menegaskan akan mengingatkan kepada para kapolres jajaran agar pelaksanaan kegiatan ronggeng dibatasi paling lambat pukul 00.00 WIT, dengan menghormati adat istiadat setempat dan memperhatikan ketentuan yang berlaku.
“Saya juga meminta kepada jaran Kepolisian melaporkan langkah penanganan yang secara berkelanjutan, termasuk penindakan terhadap lokasi produksi miras,” ujarnya.
Upaya tersebut, Kapolda berharap memutus rantai produksi dan peredaran minuman keras yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Sementara itu, terkait penertiban lalu lintas, Kapolda menekankan pentingnya kesadaran hukum masyarakat untuk mematuhi aturan dan mengikuti pemeriksaan petugas.
“Saya berharap penegakan hukum dilakukan secara profesional dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan,” pungkasnya.
Melalui pertemuan tersebut Polda Malut juga berharap komunikasi dan sinergi dengan para tokoh agama terus terjalin, sehingga berbagai persoalan sosial agar dapat ditangani secara bersama-sama dan situasi kamtibmas tetap aman, tertib, dan kondusif.
Terpisah Kabid Humas Polda Malut Kombes Pol. Hadi Poerwanto, menyampaikan bahwa silaturahmi dengan tokoh agama merupakan bagian penting dalam membangun kemitraan antara Polri dan masyarakat.
“Kami terbuka terhadap masukan dan aspirasi para tokoh agama. Kami berharap sinergi ini terus diperkuat untuk mendukung pembinaan generasi muda, mencegah berbagai persoalan sosial, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ucapnya. (sah/red)




















