Klikfakta. id, TERNATE—Akibat dari buruknya infrastruktur suatu wilayah yang tidak tersentuh pada program pembangunan itu menyebabkan seorang Guru SD Ngajam di Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara inisial MP meninggal dunia.
Seorang guru itu diketahui menderita penyakit diare, anemia dan dehidrasi harus meninggal dunia di perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara demi mendapatkan perawatan intensif.
Penyelamatan guru SD Ngajam MP (68) oleh tim medis Puskesmas Doruma ini beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat jelas betapa beratnya perjuangan warga di sana.
Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, warga dan tim medis harus melintasi jalan berlubang yang dipenuhi lumpur dan ganasnya arus sungai yang membelah ruas jalan.
Jarak tempuh Loloda Utara dan Kota Tobelo tiga Halmahera Utara dengan tiga jam. Namun, karena kondisi yang memperhatinkan, maka, perjalanan pun berubah menjadi delapan jam.
Peristiwa kemanusiaan yang menjadi ini sangat memprihatinkan masyarakat Maluku Utara.
Salah satu tokoh masyarakat Loloda, Hendra Karianga, mengaku sebelum peristiwa ini terjadi, Ia sudah pernah mengingatkan pemerintah daerah, baik Halmahera Utara, Halmahera Barat dan Gubernur Maluku Utara.
“Waktu itu saya meminta segera membangun jalan Loloda, yang ruas jalannya pemerintah provinsi, karena menghubungkan dua daerah, yakni Halut dan Halbar,” tegas Hendra kepada sejumlah media, Kamis (11/12/2025).
Pasalnya, sejak kemerdekaan NKRI hingga kini, masyarakat di Loloda sana terisolasi dengan konektivitas darat yang buruk. Akses ekonomi tersumbat, warga tidak mendapat pelayanan kesehatan yang baik dari rumah sakit, lantaran terkendala jarak tempuh dan kondisi jalan rusak parah.
“Sejak kemerdekaan, daerah ini (Loloda) belum pernah ada pembangunan jalan. Dan peristiwa guru SD Desa Ngajam adalah salah satu bukti dari dampak buruknya infrastruktur,” ujarnya.
Hendra yang diketahui sebagai praktisi hukum melalui surat terbuka meminta perhatian serius dari Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda segera membangun infrastruktur, jalan dan jembatan wilayah Loloda.
Wilayah tersebut terdiri dari empat kecamatan, yakni Kecamatan Loloda Utara, Loloda Kepulauan, Loloda Tengah dan Loloda Selatan segera direalisasikan.
Lebih lanjut, Hendra, menilai Pemerintah Daerah, baik Kabupaten maupun Provinsi memandang Loloda ini hanya dengan sebelah mata.
“Walaupun setiap 5 tahun penyusunan RPJMD dan RKPD, program pembangunan jalan wilayah Loloda, yaitu ruas jalan yang menghubungkan Halut-Halbar tidak pernah diakomodir,” ucapnya.
“Saya, mewakili aspirasi masyarakat Loloda ingin menyampaikan permohonan kepada Bapak Presiden RI agar dapat memperhatikan jeritan hati masyarakat di empat kecamatan ini,” tukas Hendra.
Hendra mengatakan, daerah ini tereksploitasi secara ekonomi dan politik, namun sayangnya diterlantarkan oleh pemangku kekuasaan.
“Saya berharap, pemda segera merealisasikan kebutuhan warga agar kedepan tidak ada lagi korban berjatuhan, karena ini merupakan kebutuhan pokok dan kesejahteraan masyarakat Loloda meningkat,” pungkasnya. (sah/red)















