banner 468x60

Ditpolairud Polda Malut akan Gelar Perkara Laka Laut di Perairan Teluk Bibinoi Halsel

Laka Laut di Perairan Halsel , Foto : tangkapan layar

Klikfakta. id, TERNATE– Penyidik Subdirektorat Penegakan Hukum (Gakkum) pada Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku Utara, dijadwalkan dalm waktu dekat akan melaksanakan gelar perkara terkait kasus kecelakaan laut (laka laut) yang terjadi di perairan Teluk Bibinoi, Kabupaten Halmahera Selatan.

Kecelakaan tersebut setidaknya melibatkan kapal motor PM Indriyani berukuran 6 Gross Ton (GT) yang bertolak dari Pelabuhan Pasar Baru Babang menuju Desa Pigaraja dengan mengangkut paling sedikitnya 59 penumpang.

Saat memasuki perairan Teluk Bibinoi, kapal diterjang gelombang setinggi 1,5 hingga 2 meter, menyebabkan air masuk ke badan kapal hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.

Akibat kejadian itu, seluruh penumpang panik dan terombang-ambing di laut sambil menunggu pertolongan dari tim SAR gabungan.

Seluruh penumpang berhasil dievakuasi. Namun, Nurul Najwa (2) dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, satu penumpang lainnya, Dr. Wildan (50), dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun Ternate, hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Maluku Utara, Kompol Riki Arinanda, mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan atas insiden tersebut.

“Untuk insiden laka laut ini, kami dari Polairud sudah melakukan penyelidikan,” ujar Kompol Riki saat dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026).

Ia menjelaskan, tim penyidik telah memeriksa sejumlah pihak, termasuk penumpang dan motoris kapal. Selain itu, beberapa saksi lain juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Namun demikian, sebagian saksi belum dapat diperiksa lantaran masih mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Penyidik juga akan memeriksa petugas Syahbandar dan Dinas Perhubungan (Dishub) yang bertugas pada hari kejadian.

“Masih ada beberapa saksi lagi yang akan kami periksa, termasuk petugas Syahbandar dan Dishub,” jelasnya.

Terkait dugaan kelalaian, Kompol Riki mengakui bahwa tim menemukan indikasi kelalaian dari pihak motoris kapal.

“Memang ada kelalaian yang kami temukan, di antaranya jumlah life jacket tidak mencukupi, sementara penumpang melebihi kapasitas,” ungkapnya.

Saat ini, tim penyidik masih berada di lapangan untuk mendalami keterangan dari berbagai pihak guna mengungkap secara utuh penyebab kecelakaan tersebut.

Selain penyelidikan, Ditpolairud Polda Maluku Utara juga terus melakukan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya terkait keselamatan pelayaran dan kondisi cuaca ekstrem.

“Kasus ini akan segera kami gelar, karena saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” pungkas Kompol Riki. (sah/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page