banner 468x60

Dugaan Kekerasan Perwira Polisi dan Anaknya Security di BRI Haltim, Polres Ternate Periksa para Saksi

Foto : tangkapan layar

Klikfakta.id, TERNATE – Sebuah insiden dugaan kekerasan yang melibatkan oknum security BRI Cabang Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara berinisial EA alias Eko menjadi viral di media sosial.

Peristiwa ini terekam dalam video berdurasi 3 menit 4 detik yang diambil menggunakan kamera headset, dan memicu keresahan publik.

Dalam rekaman tersebut, di rumah seorang warga Kelurahan Fitu, Kecamatan Ternate Selatan, bernama Sofyan Samsudin alias Opan, menjadi korban pengeroyokan.

Dugaan kasus tersebut selain libatkan oknum Security BRI, juga melibatkan dua oknum polisi aktif yakni IPTU AA alias Ansar ayah Eko, dan seorang anggota Brimob Polda Malut inisial Brigade RA alias Rizky.

IPTU AA diketahui Ayah kandung Eko yang saat ini menjabat sebagai Kasat Binmas Polres Pulau Morotai, dan Brigade RA adalah putra bungsu IPTU AA.

Namun Sofyan terduga korban telah membuat laporan resmi di SPKT Polres Ternate pada 30 November 2025 pukul 20.30 WIT, dengan Nomor Laporan: STPL/297/XI/2025/SPKT/Res Ternate/Polda Malut.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan video yang beredar luas, insiden bermula dari adu mulut di kediaman korban. Percekcokan terjadi antara IPTU AA bersama anaknya Brigade RA dan korban Opan.

Pemicu awal diduga karena penolakan IPTU AA terhadap tindakan korban, yang sebelumnya dilaporkan anak perempuannya bahwa korban telah meludahi istri IPTU AA.

Situasi  Kemudian Memanas 

Dalam rekaman, IPTU AA terdengar melontarkan makian kepada korban. Brigade Rezky juga terlihat memaksa saudara perempuannya untuk menjelaskan kejadian awal yang terjadi pada pagi hari.

Percekcokan yang tidak kunjung mereda itu kemudian berubah menjadi tindakan kekerasan fisik. Eko, oknum security BRI, terlihat memukul sebuah lemari hingga situasi semakin tidak terkendali.

Tak lama berselang, Eko kemudian memukuli korban dan memojokkannya ke tembok rumah. Korban tampak tidak berdaya sebelum akhirnya pengeroyokan berhasil dihentikan oleh orang di sekitar lokasi.

Ancaman Pasca Pemukulan

Usai kejadian pemukulan, IPTU AA terlihat masih melontarkan ancaman dan makian kepada korban dan istrinya. Dalam rekaman video, ia mengucapkan kalimat bernada intimidatif yang dinilai menyinggung harga diri.

“(Hewan) kita anak dapat pukul. Kita ini mati, mati, kita harga diri dapat injak kita mati, mati,” ucap AA kepada korban dan istrinya.

Saling Lapor ke Polisi

Akibat kejadian ini, kedua belah pihak diketahui telah saling melapor ke pihak kepolisian. Korban Opan melaporkan kasus pengeroyokan ke Polres Ternate, sementara IPTU Ansar mengaku telah membuat laporan di Polsek Ternate Selatan.

Terpisah, Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto melalui Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Bhakry Syahruddin ketika dikonfirmasi mengaku bahwa dugaan kasus tersebut masih dalam tahap pemeriksaan saksi.

“Untuk saaat ini kita masih melakukan pemeriksaan saksi saksi,” ujar AKP Bhakry, Jumat (5/12/2025).

Bakry bahkan menegaskan bahwa dalam perkara ini terdapat dua laporan diantaranya laporan korban di Polres Ternate dan laporan terduga pelaku di Polsek Ternate Selatan.

“Jadi ada dua laporan, keduanya masih dalam tahap pemeriksaan saksi,” tegasnya mengakhiri. (sah/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page