banner 468x60

Dugaan Makelar Proyek di Pemkot Ternate Mencuat, Oknum Dewas Perumda Ake Gaale Disebut

Ilustrasi, foto : Net

Klikfakta.id, TERNATE – Dugaan praktik makelar proyek di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara mencuat ke publik yang diduga dilakukan oleh seorang oknum Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ake Gaale Ternate berinisial HT.

Pasalnya HT alias HM diduga memanfaatkan kedekatan dengan lingkaran kekuasaan untuk menjual janji proyek kepada sejumlah pihak, dengan nilai keuntungan yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejak tahun anggaran 2025, HM diduga menawarkan paket proyek Penunjukan Langsung (PL) lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Setiap paket proyek yang ditawarkan disebut bernilai sekitar Rp400 juta, dengan permintaan uang pelicin bervariasi, mulai dari Rp40 juta hingga lebih dari Rp100 juta per paket.

Uang tersebut diminta dengan dalih pengurusan proyek dengan mengklaim aman dan dipastikan terealisasi.

Proyek-proyek yang dijanjikan disebut tersebar di sejumlah OPD yang strategis di Kota Ternate, diantaranya Dinas Pendidikan, Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Koperasi dan UMKM.

Namun, hingga memasuki tahun 2026, tak satu pun proyek yang dijanjikan tersebut terealisasi. Sementara uang yang diserahkan para pihak tak kunjung dikembalikan.

“Dia meyakinkan kami dapat proyek PL, nilainya sekitar Rp400 juta per paket. Katanya semua sudah diatur, tinggal tunggu waktu. Tapi sampai sekarang tidak ada apa-apa,” ujar sumber yang mengaku dirugikan.

Tak hanya itu HM diduga memperdagangkan klaim jabatan untuk memperkuat kepercayaan pihak. HM mengaku tengah mengikuti seleksi terbuka Direktur Perumda Ake Gaale Ternate, bahkan mengklaim akan dilantik 16 Januari 2026.

Klaim tersebut, menurut sumber, digunakan sebagai alasan untuk menunda pengembalian uang sekaligus meyakinkan para pemberi dana bahwa dirinya memiliki kendali dan pengaruh kuat.

“Dia bilang pasti dilantik jadi Direktur. Itu yang bikin kami percaya, karena seolah-olah dia punya kuasa penuh,” ungkap sumber yang mau namanya disebut.

Kini, janji proyek dan jabatan itu berubah menjadi kekecewaan. Sejumlah pihak merasa dirugikan mulai menuntut pertanggungjawaban, sementara dugaan praktik ini dinilai telah berkembang menjadi skandal kekuasaan yang berpotensi mencoreng citra Perumda Ake Gaale dan menyeret nama Pemkot Ternate.

Hingga berita ini ditayang, HM yang dikonfirmasi Klikfakta.id, melalui pesan via whatsapp ke nomor 0852-4103-XXXX untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan tersebut namun hasilnya centang atau tidak aktif. (sah/red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page