banner 468x60
OPINI  

Guru: Cahaya yang Tetap Menyala Meski Dunia Sering Kali Gelap

Oleh: Jefri A.S Rette Sekawael

Setiap bangsa membutuhkan pahlawan, tetapi tidak semua pahlawan memakai seragam atau tampil di panggung megah. Sebagian dari mereka berdiri di depan papan tulis sederhana, menggenggam spidol yang warnanya mulai memudar, namun tetap menyalakan harapan bagi generasi yang akan datang.

Mereka adalah guru cahaya yang tetap menyala meski dunia sering kali gelap.

Hari Guru Nasional 2025 mengingatkan kita bahwa di balik kemajuan sebuah bangsa selalu ada sosok yang memilih bekerja dalam senyap.

Guru bukan hanya pengajar; mereka adalah penanam nilai, penjaga karakter, dan perawat masa depan.

Di ruang-ruang kelas yang kadang jauh dari kata ideal, mereka tetap hadir, tetap tersenyum, dan tetap percaya bahwa setiap anak pantas memiliki masa depan yang layak diperjuangkan.

Namun, di balik senyum yang mereka bawa ke dalam kelas, kerap tersembunyi lelah yang tidak pernah diceritakan.

Mereka mengorbankan waktu istirahat demi memeriksa buku tugas.

Mereka menahan air mata ketika murid-murid bercerita tentang rumah yang tidak ramah.

Mereka menyembunyikan keluhan demi menjaga semangat anak-anak yang menatap mereka tanpa tahu betapa berat perjuangan itu.

Guru adalah sosok yang tidak hanya mengajarkan angka dan huruf, tetapi juga bagaimana menjadi manusia.

Mereka menunjukkan bahwa kesabaran adalah kekuatan, bahwa kegagalan bukan akhir, dan bahwa dalam hidup, kejujuran lebih utama daripada kecepatan.

Meski teknologi berkembang, aplikasi hadir silih berganti, algoritma semakin canggih tidak ada yang bisa menggantikan peran manusia yang tulus. Guru bukan sekadar sumber informasi.

Mereka adalah pelita moral, pemandu akhlak, dan suara lembut yang berkata: “Kamu bisa.” Dan sering kali, ucapan sederhana itu lebih berharga daripada seribu teori.

Sayangnya, tidak sedikit dari mereka yang berjuang dalam keterbatasan. Fasilitas yang kurang, gaji yang tidak selalu layak, serta tuntutan administrasi yang menguras tenaga.

Tetapi meski dunia kadang gelap, guru tetap memilih menjadi cahaya-cahaya yang tidak pernah padam, bahkan ketika dirinya sendiri nyaris kehabisan tenaga.

Hari Guru Nasional 2025 seharusnya tidak hanya menjadi ajang memberikan ucapan.

Ini adalah saatnya negara dan masyarakat menegaskan komitmen untuk benar-benar menghargai, melindungi, dan mendengarkan suara guru. Ketika guru diperkuat, bangsa pun berdiri lebih tegak. Ketika guru disejahterakan, masa depan pun menjadi lebih terang.

Karena perjalanan sebuah bangsa tidak ditopang oleh mereka yang paling kuat, tetapi oleh mereka yang paling peduli.

Dan guru adalah wujud kepedulian itu yang setiap hari menyalakan api pengetahuan, menuntun anak-anak agar tidak tersesat, dan menjaga mimpi bangsa tetap hidup.

Selamat Hari Guru Nasional, 25 November tegak Terima kasih, para guru.

Kalian adalah cahaya yang tetap menyala—meski dunia sering kali gelap. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page