banner 468x60
OPINI  

HMI dan Masa Depan Maluku Utara: Dari Ruang Diskusi ke Arah Perubahan

Oleh : M. Rafli Ihtibar Sa

Maluku Utara bukan hanya wilayah yang kaya akan sumber daya alam, tetapi juga kaya akan sejarah perjuangan dan pergerakan pemuda.

Di tengah dinamika itu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI Cabang Ternate, hadir sebagai organisasi yang memiliki peran strategis dalam mencetak generasi intelektual dan visioner.

Namun dalam perjalanan waktu, pertanyaan penting muncul: masihkah HMI menjadi pemandu arah perubahan sosial?. Dan apakah ia masih relevan dalam menata masa depan Maluku Utara?.

Jawaban atas pertanyaan tersebut tentu tidak sederhana. Namun yang pasti, HMI tidak bisa hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan daerah.

Dengan segala potensi dan kapasitasnya, HMI harus menempatkan diri sebagai aktor utama dalam menjawab tantangan daerah-baik dalam aspek sosial, ekonomi, pendidikan, maupun lingkungan.

Harapan di Tengah Potensi

Maluku Utara memiliki keunggulan komparatif: laut yang kaya, hasil tambang yang melimpah, serta posisi strategis dalam lalu lintas perdagangan maritim nasional.

Namun, kekayaan ini belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat. Banyak kawasan pesisir masih tertinggal, pendidikan belum merata, dan akses terhadap kesehatan serta infrastruktur belum memadai.

Ironisnya, generasi muda kerap terjebak dalam pragmatisme, kehilangan semangat idealisme yang dahulu menjadi ciri khas gerakan mahasiswa.

Termasuk sebagian kader organisasi kemahasiswaan, yang mulai lebih tertarik pada perebutan jabatan internal dibanding gagasan perubahan jangka panjang.

HMI tidak boleh larut dalam dinamika itu. Ia harus menjadi ruang tumbuhnya pemikiran progresif yang solutif, bukan hanya tempat pelatihan retorika dan kompetisi struktural.

Kader HMI perlu dibekali bukan hanya dengan kecakapan organisasi, tetapi juga kepekaan sosial, wawasan keislaman yang moderat, dan visi pembangunan daerah.

HMI Sebagai Ruang Intelektual dan Aksi Nyata

HMI Maluku Utara bisa mengambil posisi strategis sebagai think tank lokal. Forum-forum diskusi tidak boleh hanya berhenti pada wacana, tetapi harus mampu menghasilkan gagasan yang bisa ditransformasikan menjadi gerakan.

Isu-isu seperti penambangan yang tidak adil, kerusakan lingkungan laut, pendidikan yang timpang di pulau-pulau kecil, dan pemberdayaan ekonomi rakyat harus menjadi agenda penting organisasi.

Langkah-langkah seperti melakukan riset lapangan, menginisiasi gerakan literasi di desa-desa, atau mendorong partisipasi anak muda dalam politik lokal adalah bentuk peran nyata yang bisa dilakukan.

Ini bukan hal mustahil, selama HMI mampu merawat semangat kolektif dan mengedepankan etos kerja berbasis keilmuan.

Sudah saatnya HMI membuktikan bahwa ia bukan hanya organisasi yang besar karena sejarah, tetapi juga kuat karena relevansinya.

Dengan jaringan nasional yang luas, potensi kader yang mumpuni, dan nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, HMI memiliki bekal untuk mengambil peran yang lebih besar dalam pembangunan Maluku Utara.

Masa Depan Ditentukan Hari Ini

Masa depan Maluku Utara tidak akan ditentukan oleh proyek-proyek besar semata, tetapi oleh sejauh mana generasi mudanya siap mengambil tanggung jawab.

HMI harus melahirkan pemimpin baru yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berani, jujur, dan peduli terhadap masyarakat.

Dalam konteks ini, peran HMI bukan sekadar pengkritik, tetapi juga mitra strategis bagi pemerintah daerah, masyarakat sipil, dan sektor swasta.

Dalam era kolaborasi dan keterbukaan, HMI bisa menjadi penghubung antara suara rakyat dan kebijakan publik.

Jika HMI mampu menjadikan dirinya sebagai jembatan antara idealisme mahasiswa dan kebutuhan rakyat, maka kehadirannya akan tetap relevan, bahkan semakin penting.

Penutup

Kader HMI Maluku Utara hari ini adalah pemimpin Maluku Utara di masa depan.

Maka jangan biarkan ruang organisasi hanya menjadi ajang formalitas. Mari ubah forum menjadi laboratorium gagasan, ubah diskusi menjadi gerakan, dan ubah idealisme menjadi aksi nyata.

Sejarah akan mencatat: apakah HMI hanya lewat sebagai nama besar, atau hadir sebagai kekuatan pembentuk masa depan daerah.

Penulis adalah kader HMI dan aktivis muda Patani Utara Provinsi Maluku Utara. Aktif menulis isu-isu pemuda, sosial, dan pembangunan daerah. (YAKUSA). ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page