Klikfakta.id, TERNATE — Seluruh penumpang KM Intim Teratai yang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boeserie mendapatkan jaminan pembiayaan penuh dari Jasa Raharja Cabang Ternate, Maluku Utara.
Jaminan tersebut diberikan sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan penumpang.
Untuk itu, hadirnya Jasa Raharja hadir sebagai perpanjangan negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang mengalami musibah kecelakaan angkutan umum.
Perawatan medis diberikan kepada penumpang KM Intim Teratai bagi yang mengalami kelelahan dan cedera akibat insiden kapal kandas di Perairan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Selasa (17/2/2026).
Dalam peristiwa tersebut tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seluruh penumpang ke Pelabuhan Ahmad Yani Ternate dengan total dievakuasi 246 orang yang terdiri dari 230 orang sehat, dan 16 membutuhkan perawatan medis. Dari jumlah itu 15 orang dirawat di RSUD Chasan Boeserie.
Kepala Jasa Raharja Cabang Ternate, Heri Rahmat memastikan setiap korban luka mendapatkan santunan biaya perawatan maksimal sebesar Rp20 juta per orang.
“Awalnya itu 14 orang yang tercatat, namun setelah pendataan ulang ternyata ada satu penumpang tambahan, sehingga total 15 orang. Seluruh biaya perawatan mereka dijamin oleh Jasa Raharja,” ujar Heri, Rabu 18/2/2026).
Ia juga mengaku bahwa pihaknya menerbitkan surat jaminan biaya perawatan kepada pihak rumah sakit, sehingga para korban tidak perlu lagi mengeluarkan biaya selama menjalani perawatan.
“Dari total jaminan yang kami berikan sebesar Rp300 juta karena dengan rincian Rp20 juta per orang, sebanyak 15 orang,” jelasnya.
Heri juga mengungkapkan perkembangan terbaru bahwa dari 15 orang penumpang yang dirawat, enam orang telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang oleh tim medis.
“Sementara sembilan orang lainnya masih menjalani perawatan dengan kondisi yang terus membaik,” tambahnya.
Terpisah, Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani memastikan bahwa seluruh penumpang KM Intim Teratai dalam proses evakuasi, seluruhnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
“Berdasarkan manifest yang tercatat hanya 140 penumpang, namun dalam proses evakuasi total korban selamat mencapai 246 orang,” kata Iwan.
Ia menyebutkan, sebanyak 14 penumpang yang mengalami cedera, dengan tujuh diantaranya luka berat. Adapun penyebab pasti luka berat itu masih dalam penyelidikan pihak kepolisian perairan.
Sementara itu, salah satu korban yang enggan menyebutkan namanya menuturkan bahwa kapal yang ditumpanginya sempat menabrak batu disekitar perairan Pulau Makian hingga menyebabkan kapal miring, sehingga memicu kepanikan.
“Waktu kapal hantam batu, semua penumpang panik. Saya akhirnya melompat ke laut dan kaki saya terbentur batu saat berenang ke pantai,” ungkapnya.
Korban tersebut mengalami cedera pada kaki kanan, serta pusing dan nyeri di seluruh tubuh, saat ini masih menjalani perawatan medis di RSUD Chasan Boeserie Ternate. (sah/red)Â














