Klikfakta. id, HALTENG– Dua warga di Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Ahad(15/2/2026) dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan serius.
Kedua korban yang diketahui kakak beradik masing- masing Anita(15) dan Anandi(10) dilarikan ke rumah sakit setelah menjadi korban tabrakan oleh sebuah mobil yang dikendarai oleh oknum anggota Satlantas Polres Halteng inisial A alias Angga.
Informasi yang diperoleh awak media , peristiwa laka lantas terjadi di kawasan jalan raya tepatnya menuju perumahan esalon.
Berdasarkan keterangan korban dan saksi mata, kendaraan yang dikemudikan oknum polisi tersebut diduga kehilangan kendali dan menabrak kedua korban yang saat itu sementara menyeberang dari arah lampu merah.
Kedua korban langsung dilarikan ke RSUD Weda oleh oknum polisi, lantaran mengalami luka serius di sekujur tubuh.
Saat ini, keduanya masih menjalani perawatan intensif di ruang IGD, sementara keluarga korban tampak terpukul menunggu kepastian kondisi anak-anak mereka.
Pihak Polres Halmahera Tengah membenarkan bahwa oknum anggota Angga telah diamankan beserta kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti.
Meski kronologi lengkap dan sanksi belum diumumkan secara resmi, kasus ini menjadi sorotan publik di halmahera tengah.
Saat di RSUD Weda Kanit Paminal Polres Halmahera Tengah, SM Made, yang dikonfirmas di RSUD Weda membenarkan adanya peristiwa tersebut.
‘ Pelaku telah diamankan di Mapolres Halmahera Tengah untuk pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut, ” jelasnya.
Sementara orang tua kedua korban, Dahlan menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam.
” Tetap kami proses sesuai dengan apa yang terjadi pada anak-anak kami. Mereka masih sangat muda, seharusnya terlindungi, bukan menjadi korban kelalaian, apalagi dari seorang aparat, ” ucapnya
” Keadilan harus ditegakkan, dan kami akan memastikan pihak yang bertanggung jawab mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ini bukan hanya soal anak kami, tapi soal keselamatan semua anak di Halmahera Tengah, ” lanjutnya.
Ia meminta agar kepolisian bertindak transparan dan profesional dalam menangani kasus ini, serta menuntut pertanggungjawaban penuh atas biaya pengobatan dan pemulihan kedua korban.
” Kami berharap kasus ini menjadi pelajaran agar tidak ada lagi kejadian serupa, ” tukasnya. (tim/red)














