banner 468x60

Langsung ke Kemennaker RI SP NHM Sampaikan Perkembangan Efisiensi NHM

Klikfakta.id,Jakarta– Ketua Serikat pekerja PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) Rusli Abdullah belum lama ini mendatangi kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI di Jakarta.

Kedatangan ini bertujuan untuk menyampaikan klarifikasi terkait isu hubungan industrial dan kondisi perusahaan yang menjadi sorotan setelah aksi demonstrasi oleh beberapa karyawan dan pemuda dari Maluku Utara pada 24 Maret 2025 lalu.

Rusli menjelaskan, kunjungan ini dilakukan untuk memberikan informasi yang akurat kepada (Kemnaker) mengenai kondisi Perusahaan.

“Kami ingin meluruskan informasi yang beredar dan menjelaskan kondisi hubungan industrial yang sebenarnya,” ungkap Rusli.

Ia menyoroti tantangan yang dialami perusahaan dalam dua tahun terakhir akibat tidak tercapainya target produksi, yang berimbas pada pembayaran hak-hakpe kerja seperti gaji, tunjangan, dan fasilitas lainnya. Serta langkah Efisiensi dan Dukungan Manajemen.

Kedatangan Ketua SP PT NHM Rusli Abdullah di damping oleh PUK SPKEP SPSI), Andi Mochtar (PK FPE KSBSI), dan RudiPareta (PB-F GSBM) bersama sejumlah pengurus dan karyawan perusahaan.

Andi Mochtar, Ketua PK FPE KSBSI, menyebutkan bahwa perusahaan telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kendala finansial.

Langkah tersebut meliputi mencari pinjaman dari pihak ketiga, belanja material, dan efisiensi operasional, termasuk merumahkan sebagian karyawan.

“Kebijakan ini telah disosialisasikan dengan baik kepada semua karyawan melalui mekanisme yang sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB),” kata Andi.

Namun begitu, dirinya menyayangkan adanya karyawan yang tidak setuju dengan kebijakan efisiensi tersebut dan memilih melakukan aksi protes.

“Langkah seperti ini justru berpotensi merugikan perusahaan dan seluruh pihak terkait,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PB-F GSBM, Rudi Pareta, menyampaikan bahwa perusahaan sedang mencari investor baru untuk mendukung pemulihan kondisi finansial.

Ia optimis perusahaan dapat segera kembali normal tanpa bantuan pemerintah, seperti yang terjadi pada kasus perusahaan lain.

“Kami berharap karyawan yang dirumahkan bisa segera kembali bekerja, dan hubungan industrial yang harmonis dapat tercipta kembali,” tutur Rudi.

Rudi juga menghimbau kepada seluruh pihak, terutama para karyawan, agar mendukung kebijakan efisiensi yang diterapkan.

“Kami dengan rendah hati meminta semua pihak untuk menahan diri dan menerima kondisi perusahaan saat ini, demi keberlangsungan NHM,” pungkasnya.(hms/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page