Klikfakta.id,TALAUD– Seorang nenek lanjut usia diduga tersesat akibat salah naik kapal laut dan kini diamankan di Polsek Lirung, Kecamatan Lirung, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Nenek tersebut mengaku berasal dari Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. Berdasarkan tiket yang dibawanya, nenek diketahui bernama Jubeda Hi Halim, penumpang Kapal Permata Bunda (GT.992) dengan tujuan Pelabuhan Ternate. Namun, tiket keberangkatan yang dipegangnya tercatat tanggal 29 Mei 2024 dan sudah tidak berlaku.
Kapolsek Lirung, Iptu George P. Nender, S.H., mengatakan identitas nenek tersebut belum dapat dipastikan secara lengkap. Meski demikian, pihak kepolisian menemukan petunjuk awal dari kartu BPJS Kesehatan milik yang bersangkutan.
“Dari kartu BPJS yang kami cek, tercatat alamat di Wayamli Pesisir, Jalan Raya Marasipno, Dusun 001, dengan tanggal lahir 4 Juli 1959,” ujar Kapolsek Rabu (21/1/2026).
Kapolsek menjelaskan, pihaknya juga kesulitan menggali keterangan lebih lanjut karena kondisi komunikasi nenek yang tidak stabil. Saat dimintai keterangan, pembicaraannya sering kali tidak nyambung dan berubah-ubah.
“Jadi nenek ini kalau diajak komunikasi keterangannya kadang tersambung, kadang tidak. Bawaannya marah dan selalu ingin pulang. Tapi dari dialek bicaranya, besar kemungkinan beliau berasal dari Maluku Utara,” jelas Iptu George.
Saat ini, pihak Polsek masih nenek tersebut masih ditampung sementara di Polsek Lirung sambil menunggu adanya pihak keluarga yang menghubungi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keluarga atau kerabat yang datang atau memberikan konfirmasi.
“Kami masih menunggu keluarga yang menghubungi. Kalau sudah ada yang menghubungi dan identitasnya jelas, rencananya sore ini akan kami berangkatkan kembali melalui Pelabuhan Manado,” tambah Kapolsek.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat, khususnya warga Maluku Utara dan Halmahera Timur, yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera menghubungi Polsek Lirung.
Di balik wajah renta dan langkah yang kian melemah, sang nenek hanya membawa satu harapan sederhana yakni bisa kembali pulang ia menunggu uluran tangan keluarga yang mungkin sedang mencarinya, atau bahkan belum tahu bahwa seorang ibu, seorang nenek, tengah tersesat jauh dari rumahnya.















