Klikfakta.id, HALUT – Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara menggelar Zoom Meeting bersama CNN Indonesia pada Kamis, 8 Januari 2026, guna membahas penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Halmahera Utara.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua menyampaikan laporan langsung terkait kondisi terkini di lapangan.
Ia mengungkapkan bahwa bencana banjir dan longsor telah melanda lima kecamatan dengan 22 desa terdampak, menyebabkan banyak rumah warga terendam serta ratusan warga terpaksa mengungsi secara mandiri, khususnya di Kecamatan Kao Barat dan Galela Utara.
“Banjir dan longsor ini berdampak serius terhadap infrastruktur. Sejumlah fasilitas umum seperti jalan dan jembatan rusak parah, terutama di wilayah Galela Utara dan Loloda, sehingga akses transportasi terputus,” ujar Bupati Piet Hein Babua.
Bupati menjelaskan, kondisi geografis dan cuaca ekstrem memperparah situasi, di mana akses darat maupun laut menuju beberapa wilayah terdampak sangat terbatas akibat jalan tertimbun lumpur dan material longsor.
Untuk itu, Pemda Halmahera Utara terus melakukan koordinasi intensif dengan Gubernur Maluku Utara serta Dan Lanal Ternate guna mempercepat pengiriman bantuan dan transportasi logistik ke wilayah terisolir, khususnya Loloda.
“Saat ini sekitar 1.200 warga masih mengungsi. Pendataan pengungsi terus dilakukan, bersamaan dengan persiapan penyaluran bantuan logistik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati mengakui keterbatasan armada transportasi yang dimiliki daerah, terutama kapal berukuran besar. Oleh karena itu, Pemda Halut meminta dukungan transportasi dari pemerintah provinsi dan pihak terkait di Ternate untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses.
Meski intensitas hujan mulai menurun, Bupati Piet Hein Babua mengingatkan bahwa daerah perbukitan, khususnya di wilayah Loloda, masih berpotensi mengalami longsor susulan.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan pemerintah. Di akhir keterangannya, Bupati Halmahera Utara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat serta pihak-pihak yang telah bergerak cepat memberikan bantuan sejak ditetapkannya status Tanggap Darurat Bencana.













