banner 468x60

Pemda Halut Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

Klikfakta.id, HALUT – Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara secara resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana atas bencana alam banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Halmahera Utara.Penetapan tersebut diumumkan langsung oleh Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, pada Rabu (7/1/2026).

Bencana banjir dan longsor tersebut merendam belasan desa yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kao Barat, Galela Utara, dan Loloda Utara.

Dalam konferensi pers, Bupati Piet Hein Babua yang didampingi Wakil Bupati Kasman Hi. Ahmad, Sekda Halut, unsur Polres Halut, Kodim 1508/Tobelo, serta BPBD Halut menjelaskan bahwa bencana terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Halmahera Utara tanggal 6 Januari 2025.

“Sejak Selasa terjadi hujan dengan intensitas tinggi sehingga volume air terus meningkat dan menyebabkan banjir serta longsor di sejumlah wilayah,” ujar Bupati.

Di Kecamatan Kao Barat, Bupati menyebutkan terdapat beberapa desa yang terdampak banjir, di antaranya Desa Soamaetek, Pitago, Tuguis, Parseba, Bailengit, Kai Dusun I, dan Tubuolamo. Banjir terjadi akibat meluapnya sungai setelah hujan deras berlangsung cukup lama.

Sementara di Kecamatan Galela Utara, desa-desa terdampak meliputi Saluta, Tutumaluleo, Togasa, dan Pelita. Luapan Sungai Pitago menyebabkan sejumlah permukiman terendam serta mengakibatkan dua jembatan rusak, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan bertonase besar.

“Dari peristiwa ini, di Desa Pelita terdapat satu korban jiwa. Pemerintah Daerah turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban,” kata Bupati.

Adapun di Kecamatan Loloda Utara, banjir mengepung lima desa, yakni Ngajam, Worimoi, Doitia, Asimiro, dan Darume. Namun, upaya penanganan di wilayah tersebut masih terkendala akses.

“BPBD Halut mengalami kesulitan menembus lokasi karena kondisi jalan yang dipenuhi lumpur dan genangan air. Tim hanya bisa mencapai Desa Tate dan belum dapat menjangkau titik longsor. Selain itu, upaya melalui jalur laut juga terkendala cuaca yang tidak bersahabat,” jelasnya.

Sebagai langkah awal penanggulangan bencana, Pemda Halut telah menyalurkan bantuan stimulan kepada masyarakat terdampak. Selanjutnya, BPBD akan melakukan pendataan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh warga terdampak dapat tertangani.

“Kami akan mendata seluruh korban terdampak agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran,” tutup Bupati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page