Klikfakta.id, HALUT – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara memberikan penghargaan kepada PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) sebagai perusahaan dengan penataan lingkungan terbaik di wilayah Halut. Penghargaan ini diberikan bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipusatkan di Lapangan Do’omu Matau, Kecamatan Tobelo, Minggu (17/8/2025).
Perwakilan NHM yang hadir dalam prosesi penerimaan penghargaan adalah Dodi S. Panudu dan Christian Moloku dari Departemen Government Relations & Permitting.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halut, Yudihart Noya, menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap komitmen berkelanjutan NHM dalam pengelolaan lingkungan, di antaranya keterlibatan aktif perusahaan dalam kegiatan penanaman mangrove dan pembersihan sampah yang telah dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir.
“Berdasarkan hasil pengawasan dan pemantauan tim internal DLH terhadap sejumlah perusahaan yang beroperasi di Halut, khususnya sektor pertambangan, NHM dinilai memiliki kinerja terbaik dalam pengelolaan lingkungan. Pemda Halut berterima kasih atas kepedulian NHM yang secara konsisten menjaga dan menata lingkungan, baik di area lingkar tambang maupun di dalam perusahaan,” ujar Yudihart.
Sementara itu, Manajer Health Safety Environment (HSE) NHM, Widi Wijaya, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Menurutnya, apresiasi dari Pemkab Halut ini menjadi semangat baru di tengah upaya perusahaan memulihkan operasional pasca tantangan yang dihadapi.
“Penghargaan ini membuktikan bahwa meskipun perusahaan sedang berjuang untuk kembali normal, komitmen terhadap kualitas lingkungan tetap menjadi prioritas utama. Kami terus melakukan pengelolaan, pemantauan, serta perbaikan berkelanjutan (sustainability) dengan dukungan penuh dari tim HSE dan manajemen,” jelas Widi.
Ke depan, NHM berkomitmen untuk terus mengimplementasikan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan agar memberikan manfaat nyata, baik bagi kelestarian ekosistem maupun kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah pertambangan.(hms/red)















