Klikfakta.id,HALUT– Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua menegaskan bahwa Peraturan Daerah (Perda) tentang Hilirisasi Buah Kelapa bukan sekadar kebijakan daerah, tetapi merupakan strategi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan petani kelapa melalui penguatan nilai tambah dan perluasan pasar ekspor. Hal ini disampaikan Piet Hein dalam konferensi pers di ruang rapat Bupati Halut, pada Rabu (02/07/2025).
Menurutnya, hilirisasi tak bisa dilepaskan dari industrialisasi. “Kalau kita bicara soal hilirisasi, berarti ada kaitannya dengan industrialisasi. Ada upaya pemerintah daerah supaya produk-produk lokal bisa diekspor ke pasar internasional,” katanya.
Piet Hein memaparkan, saat ini saja sudah ada sekitar 200 kontainer produk kelapa yang keluar dari Halut. Dari perhitungan pemerintah, angka ini ditargetkan terus meningkat menjadi 700 kontainer per bulan pada 2027 dan sekitar 2.000 kontainer per bulan pada 2029.
Namun demikian, Bupati mengakui bahwa selama ini jalur ekspor masih melalui pelabuhan di Surabaya, sehingga nilai tambah (dividen) untuk daerah tidak optimal. Karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, agar Halut bisa difasilitasi pelabuhan ekspor langsung ke luar negeri.
“Kita juga sudah komunikasi dengan Kementerian Perdagangan. Dalam waktu dekat, Kementerian Perdagangan akan mengirim tim ke Halut supaya proses ekspor langsung ini bisa segera terealisasi. Bahkan ada tawaran kalau ekspor perdana dilakukan, Menteri Perdagangan akan hadir langsung meresmikan,” ungkapnya.
Pemerintah daerah, lanjut Piet Hein, juga aktif membuka jalur komunikasi dengan Direktorat Bea Cukai. “Kantor Wilayah Bea Cukai Maluku sudah datang ke Tobelo, ini langkah penting supaya ekspor produk lokal, termasuk kelapa, bisa berjalan lancar dari sini,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebijakan hilirisasi ini diharapkan mampu memotong rantai distribusi yang panjang, menstabilkan harga kelapa di tingkat petani, sekaligus membuka lapangan kerja baru di industri pengolahan.
“Selama ini kita bergantung pada pedagang musiman dari luar yang datang hanya saat harga bagus. Sekarang, kalau industrinya ada di sini, maka harga kelapa akan lebih stabil dan petani dapat untung maksimal,” ujar Bupati.
Piet Hein pun menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berkreasi dan mencari terobosan agar produk lokal punya daya saing di pasar global.
“Ke depan kalau ada industri pengolahan kelapa di Halut, kenapa tidak? Kita harus memilih kebijakan yang berkelanjutan, bukan sekadar solusi instan,” tutupnya.
Editor : Redaksi
Pewarta : Samuel.L















