banner 468x60

PMI Halmahera Utara Terjunkan Relawan ke Lokasi Banjir dan Longsor di Loloda Utara

Klikfakta.id,HALUT– Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, terus mengerahkan relawan untuk bergabung dalam Tim Gabungan Tanggap Darurat Bencana (TDB) banjir dan tanah longsor di Kecamatan Loloda Utara sejak 10 Januari 2026.

Hingga kini, relawan Markas PMI Halmahera Utara bersama Tim Gabungan masih melakukan kegiatan tanggap darurat di Desa Doitia, Loloda Utara. Desa tersebut menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak terparah akibat banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data di lapangan, sebanyak 213 Kepala Keluarga (KK) dengan total 813 jiwa warga Desa Doitia terpaksa mengungsi. Saat ini, terdapat sekitar 30 titik lokasi pengungsian yang tersebar di wilayah desa tersebut.

Koordinator Tim Assessment PMI Halmahera Utara, Sukitman Asgar, yang masih berada di lokasi bencana, melaporkan bahwa dari 213 KK atau 813 jiwa terdampak, sebagian warga masih bertahan di lokasi pengungsian.

“Dari jumlah tersebut terdapat kelompok rentan yang perlu menjadi prioritas utama, yakni lansia, bayi, balita, anak-anak, ibu hamil, serta penyandang disabilitas,” ujar Sukitman.

Ia menegaskan, PMI Halmahera Utara akan memfokuskan pelayanan kemanusiaan pada kelompok rentan tersebut. Setelah proses asesmen rampung, PMI juga akan melanjutkan dengan Program Recovery TDB pasca berakhirnya status tanggap darurat.

“Setelah semua data asesmen terkumpul, kami akan menjalankan program pemulihan.

Status tanggap darurat sendiri baru saja diperpanjang oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, khususnya untuk wilayah Loloda Utara. Tidak hanya Desa Doitia, asesmen akan dilakukan di seluruh desa di Loloda Utara dengan fokus utama pada kelompok rentan,” jelas Sukitman Asgar, yang juga merupakan Dosen Hukum Universitas Hein Namotemo (Unhena).

Sementara itu, Kepala Markas PMI Halmahera Utara, A. Rahman Tjereni, mengatakan, relawan PMI yang diterjunkan ke lokasi bencana tergabung dalam Tim Tanggap Darurat Bencana bersama unsur TNI, Polri, Satpol PP, Tagana, Tim Kesehatan, SAR, Tim TRC BPBD, serta PMI Halmahera Utara.

“Relawan PMI terus melakukan aksi-aksi kemanusiaan untuk membantu pemulihan kondisi warga pascabencana,” ujar Arman, sapaan akrabnya.

Ia menjelaskan, tim PMI yang diterjunkan terdiri dari Tim Assessment, Tim Logistik, Tim Pertolongan Pertama (P2), serta Tim Psychosocial Support Program (PSP). Selain itu, sejumlah relawan juga bertugas di Posko Komando BPBD Halmahera Utara pada bagian logistik bersama BPBD dan Damkar.

Arman menambahkan, hingga saat ini PMI Halmahera Utara terus melakukan koordinasi lintas sektoral maupun internal organisasi.

“Koordinasi terus kami lakukan, baik dengan Pemerintah Daerah Halmahera Utara, PMI Provinsi Maluku Utara, hingga Markas PMI Pusat di Jakarta, demi kelancaran tugas-tugas kemanusiaan di lokasi bencana,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page