Klikfakta.id,Jakarta– Badan Pemelihara Keamanan Polri berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal guna mendukung program ketahanan pangan di Indonesia.
Kabaharkam Polri, Komjen Pol. Fadil Imran, pada kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) menyampaikan siap memberi dukungan untuk program ketahanan pangan khususnya pada komoditas jagung dengan menjalankan pilot project untuk peningkatan produksi.
Menurut Fadil, hal ini merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program Pemerintah untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
” Program ketahanan pangan bukan hanya tanggungjawab Pemerintah atau sektor pertanian melainkan tanggungjawab bersama untuk itu Polri hadir melalui peran fasilitator serta inisiator untuk memastikan pemanfaatan lahan produktif, pemberdayaan masyarakat,” cetusnya
Rakernis Baharkam Polri 2024 kali ini, fokus utama ialah pada implementasi ketahanan pangan dengan meningkatkan produksi tanaman jenis jagung.
Di sisi lain Mentri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyebutkan bahwa Kabarhakam akan fokus pada pendampingan pengawalan pangan dan Kemendes berfokus pada pengawalan pangan bergizi.
Mentan juga menekankan pentingnya pengawasan bersama pada pendistribusian pupuk dan bantuan Alsintan sehingga tidak terjadi lagi kasus pupuk palsu atau penyalahgunaan bantuan.
Menurut Mentan pihaknya baru baru ini pihaknya telah melakukan blaclist sejumlah perusahan pengedar pupuk palsu.
” Kami menitipkan ini kepada Kapolri terkait 4 perusahan dari 27 perusahan pupuk sudah kami balacklist karna mengedarkan pupuk palsu dan ingin merugikan petani 3,2 Triliun,” ungkapnya
Mentan menambahkan, selain pupuk palsu, pihaknya juga telah menerima laporan terkait bantuan alat mesin pertanian yang di perjual belikan dan mengambil fee.
Untuk itu, diapun berharap adanya pengawasan pihak Polri dan Kejaksaan agar tidak terjadi lagi praktek yang merugikan Negara terutama para petani.
Editor : Samuel.L
Sumber : Humas Polri















