banner 468x60

Refleksi Milad IMM Ke 61 : Selamatkan IMM Maluku Utara

Oleh : Prabowo Sibela Ketua Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik PC IMM Kepulauan Sula

Bulan Maret adalah bulannya para kader-kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Bulan yang menandai lahirnya IMM, bulan yang menyimpan banyak arti dan makna sejarah IMM harus didirikan.

Dalam Milad IMM yang ke-61 Tahun ini, hendaknya kita muhasabah. Melihat organ tubuh mana yang belum berfungsi baik sebagaimana dicita-citakan sebelumnya.

Kita tentu berharap bahwa mahasiswa yang terikat dan tergabung dalam Muhammadiyah mampu mengembalikan dan menghidupkan ruh tajdidnya untuk mencerahkan peradaban dan ikut dalam upaya mengawal problem kemanusiaan. Terkhususnya IMM di Provinsi Maluku Utara hari ini.

Seandainya pun harus diberikan kritik terhadap DPD IMM Maluku Utara yang di nahkodai M. Taufan Baba ini adalah belum concernnya mereka pada penyelesaian konflik sesudah dan sebelum Musyawarah yang sebagian pengurus DPD, Cabang dan Komisariat menganggap cacat secara penggunaan Tanfidz, AD dan ART IMM.

Teringat pada Kepemimpinan DPD sebelumnya Usman Mansur yang terlihat mati suri dalam gerakan sosial dan berhentinya roda-roda organisasi.

Banyak Pengurus, mereka menjadi asing dalam rumusan program kerja DPD IMM Maluku Utara pada periode Kanda Usman Mansur dan seolah a-historis, dan secara praktis menjadi kurang relevan.

Dan karena itu, DPD IMM Maluku Utara yang saat ini di nahkodai M. Taufan Baba pun akan sama dan tak terlalu terpanggil untuk melakukan sesuatu yang sifatnya keberlangsungan organisasi.

Fenomena yang sangat nampak terlihat saat ini dalam praktek mengungkap dan menakar kembali dinamika Musyawarah DPD IMM Maluku Utara yang baru saja diselenggarakan di Morotai beberapa bulan lalu, yang tidak lain adalah sebagai kasta kedua jenjang kepemimpinan dibawah DPP IMM.

DPD mestinya mampu mengambil peran vitalnya dalam mengakomodir, mencerdaskan, mensolidkan, mengasah rasa solidaritas IMMawan dan IMMawati, serta mendamaikan segala pertentangan yang muncul ditengah-tengah internal IMM.

Tetapi hal tersebut tidak dilakukan, M.Taufan Baba bahkan turut mengintervensi internal pengurus pimpinan cabang dan melakukan ancaman.

Dalam momentum peralihan kekuasaan pasca kepemimpinan dari tiap periode ke periode yang akan berakhir selalu saja akan menghadirkan dinamika dan Konspirasi di dalam Internal IMM di Maluku Utara baik di level kepemimpinan DPP, DPD, Cabang dan bahkan Komisariat, dan parahnya masalah seperti itu tidak mampu diselesaikan.

Hal ini akan menunjukkan cara berfikir kader-kader pemegang tongkat estafet mulai tumpul dan konservatif yang anti pada cara berfikir maju yang keluar dari ketertinggalan persaingan intelektual dan degradasi epistemologi yang terjadi saat ini.

Mengulas berbagai bentuk kekusutan, tindakan pengingkaran, serta beragam inkonsistensi sikap yang dipertontonkan DPD yang di nahkodai M.Taufan Baba saat ini tanpa merasa berkhianat dan ingkar terhadap sumpah, cita-cita para pelopor pendiri organisasi, dan tanggung jawab terhadap kader-kader yang tersebar di beberapa Kabupaten/kota yang membutuhkan perhatian serius dalam pembenahan organisasi yang lebih baik sehingga mampu melahirkan orang-orang hebat, dan berkualitas dari segi intelektual dan spritual menjadi PR besar.

Lebih lanjut, melihat dinamika saat ini. Muncul pertanyaan dalam pikiran kita, apakah ini yang di namakan metamorfosis Kader Merah Maron, kaum terpelajar, masyarakat ilmiah?, yang mau mengkambing hitamkan kecerdasan intelektual nya atau sesama?, Ternyata tidak.

Alih-alih di giring pada cara berfikir pragmatis oleh senioritas berlabel birokrasi, digiring oleh senioritas dalam kepentingan membangun bisnis bersama Kapitalis, atau ada dalil lain yang menganggap bahwa itu taktis?, Bisa di bilang taktis jika kondisional wadah dalam menampung aspirasi kaum terpelajar menuntut IMMawan dan IMMawati sebagai agen of change, kontrol, atau menuntun kita kepada trilogi IMM yang bergerak di Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Bidang Kemasyarakatan untuk kepentingan masyarakat.

Diskusi kecil-kecilan antara yang pro dan kontra, dan saya anggap ini suda bisa mengedukasi bahkan mengetahui akar konflik yang mungkin akan terjadi.

Ternyata ada kesalahan, ditambah intervensi senioritas yang rakus dan haus akan jabatan hanya akan mengadu domba dan mengkambing hitamkan intelektual junior, lalu menelan mentah-mentah setiap opini-opini yang membunuh akal sehat IMMawan dan IMMawati tanpa disaring kebenarannya.

Dengan kata lain kurang pemahaman atas masalah yang terjadi saat ini.

Kecemasan ini muncul. Cemas karena gerak maju persaingan intelektual IMMawan dan IMMawati hanya ada pada saat momen-momen seperti saat ini Musyawarah DPD, Cabang dan Komisariat dan bentuk kepentingan lainnya.

Padahal di luar sana masalah yang cukup banyak dan butuh di respon oleh IMMawan dan IMMawati sebagai kader umat dan bangsa. Pesan Kepada IMMawan dan IMMawati.

Jika ada ombak yang menghantam seputar kami, maka, tangan kami berkenan untuk menyeduhkan secangkir kopi, lalu bertabayum diiringi berdiskusi.

Karena di IMM akan saling berdekap dengan ilmu, saling menguatkan dengan iman, saling menegur dengan pengetahuan dan berteman melebihi saudara. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page