Klikfakta.id, HALTENG – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara melalui Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) bergerak cepat merespons adanya insiden kandasnya kapal penumpang KM Cantika 9C di perairan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah.
Kapal yang mengangkut puluhan penumpang tersebut dilaporkan tersangkut di kawasan Reef Tidore, Kamis (11/12/2025), saat melintas pada rute pelayarannya.
Insiden terjadi ketika KM Cantika 9C melewati hamparan karang dangkal. Kendati demikian, pemeriksaan awal memastikan bahwa lambung kapal tidak mengalami kerusakan serius.
Seluruh penumpang beserta anak buah kapal (ABK) juga dipastikan berada dalam kondisi selamat, aman, dan tidak mengalami kepanikan berarti.
Mendapat laporan dari masyarakat dan pihak Syahbandar, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Markas Unit Weda KP.XXX-2005 Polda Malut langsung diberangkatkan menuju koordinat lokasi kandas.
Kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang, sekaligus memberikan pertolongan jika situasi berkembang menjadi keadaan darurat seperti kebocoran kapal yang indikasinya berpotensi tenggelam.
Tak hanya bergerak sendiri, tim Polairud juga melakukan koordinasi yang intens dengan pihak Syahbandar Weda dan Basarnas untuk menyiapkan langkah penanganan lanjutan.
Termasuk opsi evakuasi massal apabila kapal sulit ditarik atau cuaca buruk sewaktu-waktu mengancam proses penyelamatan.
Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Waris Agono, melalui Direktur Polairud Kombes Pol. Azhari Juanda, menjelaskan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi dengan nakhoda KM Cantika 9C untuk memantau kondisi penumpang serta perkembangan upaya penarikan kapal dari karang.
“Saat ini anggota Airud sudah berada di lokasi. Proses penarikan kapal sedang berlangsung menggunakan satu unit tugboat agar KM Cantika 9C bisa keluar dari karang dengan aman,” ujar Kombes Azhari.
Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar bagi para penumpang selama menunggu proses penyelamatan.
Personel di lapangan diminta memastikan distribusi makanan ringan seperti roti, mi instan, dan nasi bungkus, terutama bagi anak-anak dan lansia agar tidak terjadi kelelahan atau kelaparan.
Di sisi lain, cuaca yang relatif mendukung menjadi faktor penting yang mempermudah tim gabungan dalam melakukan penarikan kapal.
Tugboat yang didatangkan oleh otoritas pelayaran terus berupaya memutar dan menarik KM Cantika 9C dari posisi kandasnya.
Hingga kini, upaya penanganan masih berlangsung. Aparat memastikan bahwa seluruh proses dilakukan dengan kehati-hatian agar tidak menimbulkan kerusakan tambahan pada badan kapal maupun ekosistem karang di sekitar lokasi.
Polda Maluku Utara menegaskan bahwa pihaknya akan tetap berada di lokasi hingga KM Cantika 9C berhasil keluar dari hamparan karang dan dapat kembali melanjutkan pelayaran dengan aman. (sah/red)















