Klifakta.id,Jakarta– Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik strategis Jakarta, Kamis (28/8/2025). Massa aksi yang sejak pagi berkumpul di Patung Kuda dan Balai Kota, kemudian bergerak menuju Gedung DPR/MPR RI sebagai titik utama penyampaian aspirasi.
Dalam aksinya, buruh membawa enam tuntutan pokok. Yakni, menolak sistem outsourcing dan upah murah, mendesak penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK) serta pembentukan Satgas PHK, reformasi sistem perpajakan ketenagakerjaan, termasuk kenaikan PTKP dan penghapusan pajak atas pesangon, THR, JHT, serta diskriminasi pajak terhadap pekerja perempuan yang sudah menikah.
Selain itu, buruh juga menuntut pengesahan RUU Ketenagakerjaan tanpa skema omnibus law, mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset sebagai langkah pemberantasan korupsi, serta revisi RUU Pemilu guna merancang ulang sistem pemilu 2029.
Sementara itu pihak Kepolisian sendiri mengerahkan 4.000 personel gabungan guna mengamankan aksi tersebut.
Sesuai informasi yang diterima media ini, sebanyak 276 pelajar diamankan saat hendak bergabung dengan massa. Pemprov pun menginstruksikan sekolah untuk meningkatkan pengawasan agar siswa tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan, pihak DPR RI sendiri telah mengeluarkan edaran agar sebagian pegawai dan tenaga ahli bekerja dari rumah (WFH) guna mengantisipasi .
Diketahui aksi hari ini juga berdampak pada lalu lintas dan layanan transportasi umum. Sejumlah rute KRL, MRT, dan Transjakarta mengalami pengalihan akibat kepadatan di sekitar Gedung DPR/MPR.
Hingga berita ini diturunkan, aksi Ribuan buruh masih bertahan di depan Gedung DPR sambil menunggu respons atas tuntutan yang mereka suarakan.(red)















