banner 468x60

Tertahan di Ibu Kota, Puluhan Anak Akademi Sepak Bola Kieraha Dapat Uluran Tangan Haji Robert

Klikfakta.id,Jakarta – Puluhan anak yang tergabung dalam Kontingen Tour Game Kieraha Football Academy sempat tertahan di Jakarta usai menyelesaikan rangkaian pertandingan di Pulau Jawa sejak Rabu (24/07).

Mereka terpaksa tinggal sementara di sebuah rumah bantuan di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, karena mengalami kendala dana untuk pembelian tiket kembali ke Ternate.

Kabar tersebut akhirnya sampai ke Presiden Direktur PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), Haji Robert Nitiyudo Wachjo. Mendengar hal itu, Haji Robert langsung mengerahkan timnya untuk memberikan bantuan.

Tim NHM mendatangi lokasi tempat anak-anak dan rombongan menginap sembari membawa bantuan makanan yang sangat dibutuhkan. Tak hanya itu, Haji Robert juga menunjukkan kepedulian nyata dengan menanggung seluruh biaya perjalanan pulang mereka, termasuk untuk anak-anak, para pembina, serta wali yang turut mendampingi.

Respons cepat dan ketulusan bantuan tersebut disambut penuh rasa syukur oleh seluruh anggota kontingen. Bantuan itu bukan hanya soal logistik, tetapi juga menjadi simbol nyata perhatian Haji Robert terhadap masyarakat Maluku Utara.

“Kami sampaikan terima kasih banyak atas bantuan luar biasa cepat dari Haji Robert. Anak-anak sangat senang dan terharu dengan kepedulian ini. Kami doakan Pak Haji selalu dilimpahkan kesehatan dan keberkahan,” ujar Ketua Kontingen Tour Game Kieraha Football Academy, Muhdin Taha.

Diketahui, keberangkatan kontingen ini ke Pulau Jawa dilepas langsung oleh Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, pada Jumat (4/7/2025).

Selama lebih dari dua pekan, mereka telah berlaga di berbagai kota besar seperti Surabaya, Sidoarjo, Bandung, dan Bogor, membawa semangat olahraga sekaligus mengharumkan nama daerah. Kini, berkat bantuan tulus dari Haji Robert, mereka bisa kembali pulang ke kampung halaman dengan selamat.(hms/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page