Klikfakta.id, SOFIFI — Setelah sebelumnya digelar di kawasan Bandara PT IMIP Morowali, Silawesi Tengah, Ribuan prajurit TNI dari tiga matra—AD, AL, dan AU, Komando Gabungan (Kogab) akan kembali dikerahkan ke Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara dalam rangka mengikuti latihan terintegrasi tahun 2025.
Danrem 152/Babullah Ternate Brigjen TNI Enoh Salahuddin mengatakan bahwa kegiatan tersebut direncanakan akan digelar di kawasan PTÂ Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah.
Mengingat PT IWIP yang disebut sebagai salah satu perusahaan tambang terbesar di Maluku Utara itu juga menjadi wilayah Komando Daerah Militer (Kodam) XV/Pattimura.
latihan yang berskala besar ini juga direncanakan disaksikan pejabat tinggi negara dan menjadi ajang penguatan kesiapsiagaan tempur TNI.
“Memang benar akan ada latihan Terintegrasi di Maluku Utara,” ujar Brigjen Enoh Salahuddin yang dikonfirmasi awak media , pada Jumat (19/12/2025) usai menghadiri apel operasi lilin di Mako Polda Maluku Utara, Sofifi.
Jenderal bintang satu di Korem 152/Babullah Ternate itu juga mengatakan bahwa kehadiran ribuan personel TNI di Maluku Utara guna untuk mengikuti latihan bersama yang dinamakan terintegrasi.
Latihan tersebut juga akan melibatkan para personel dari TNI-AD, TNI-AL dan TNI-AU, yang direncanakan akan dihadiri sejumlah pejabat tinggi TNI.
“Lokasinya itu di Weda Halmahera Tengah dan waktunya tidak salah awal bulan Desember 2025 ini,” terangnya.
Latihan yang melibatkan ribuan personel dari tiga matra ini menjadi bukti soliditas bahwa kesiapsiagaan, dan kemampuan TNI dalam menghadapi spektrum ancaman, termasuk ancaman terhadap sumber daya alam strategis.
Latihan tersebut dengan tujuan meningkatkan profesionalisme dan kesiapan tempur prajurit serta Alutsista TNI.
Selain itu dengan latihan ini sebagai bentuk penguatan peran TNI dalam membantu pemerintah menjaga stabilitas di wilayah yang memiliki potensi konflik kepentingan, khususnya di sektor kehutanan dan pertambangan.
“Jelas untuk kesiapan khusus kita Korem sudah siap dan kita menunggu arahan dari pusat,” pungkas Enoh. (sah/red)















