Klikfakta.id, TIDORE — Sebanyak 128 Bintara Muda Polri di Polda Maluku Utara langsung memperagakan simulasi pembubaran ratusan massa demonstran dalam rangka pengamanan dan alarm kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan serta situasi kontinjensi.
Kegiatan ini berlangsung di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Polda Maluku Utara, Gurabati, Kota Tidore Kepulauan, Rabu (24/12/2025).
Simulasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembekalan dan penguatan kemampuan teknis bagi Bintara Muda yang baru saja dilantik, untuk menguji kesiapan personel dalam menghadapi dinamika kamtibmas, khususnya penanganan aksi unjuk rasa.
Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Waris Agono, didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Maluku Utara, perwakilan unsur TNI, tamu undangan, serta keluarga para Bintara Muda.
Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Waris Agono menegaskan bahwa simulasi tersebut bertujuan untuk membentuk karakter, mental, serta profesionalitas anggota Polri sejak awal pengabdian.
“Latihan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi bekal penting bagi para Bintara Muda agar siap menghadapi berbagai situasi di lapangan. Penanganan massa harus dilakukan secara profesional, terukur, dan mengedepankan pendekatan humanis,” ujar Irjen Waris.
Kapolda menambahkan, bahwa kemampuan pengendalian massa merupakan salah satu kompetensi dasar yang wajib dikuasai setiap anggota Polri, mengingat dinamika sosial di masyarakat yang terus berkembang.
“Saya berharap para Bintara Muda mampu menjaga marwah institusi Polri, bertindak sesuai prosedur, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia dalam setiap pelaksanaan tugas,” tambahnya.
Dalam simulasi tersebut, para Bintara Muda memperagakan tahapan pengamanan secara berjenjang, mulai dari pendekatan persuasif, formasi Dalmas awal, hingga simulasi pembubaran massa yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Ratusan massa demonstran yang terlibat dalam kegiatan ini juga diperankan oleh sesama Bintara Muda, sehingga latihan berlangsung realistis dan dinamis.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan personel sebelum diterjunkan ke wilayah tugas masing-masing. (sah/red)















