banner 468x60

Wakil Menteri Transmigrasi Resmikan Bendung Beringin Agung di Halmahera Utara

Klikfakta.id, HALUT– Wakil Menteri Transmigrasi, H. Viva Yoga Mauladi, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Halmahera Utara pada Rabu (16/7/2025). Dalam kunjungan kerja tersebut, Wamen secara resmi meresmikan Bendung Beringin Agung yang terletak di Kecamatan Kao Barat.

Peresmian bendung ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita, disaksikan oleh Sekretaris Provinsi Maluku Utara Samsudin Abdul Kadir, Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua dan Kasman Hj Ahmad, Ketua DPRD Halut Kristina Lesnusa, Sekretaris Daerah Halut EJ Papilaya, jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat.

H. Viva Yoga Mauladi yang di dampingi istrinya Boki Nita Bhudi Susanti, menyampaikan bahwa pembangunan Bendung Beringin Agung diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memperluas lahan tanam, serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat transmigran dan warga lokal.

Lanjut Wamen, kawasan transmigrasi harus berkontribusi dalam membangun swasembada pangan, khususnya untuk tanaman padi, jagung, dan kedelai (pajale). Dengan adanya bendungan ini, diharapkan produksi gabah kering panen yang sebelumnya rata-rata 5,8 ton per hektare dapat meningkat, sehingga memungkinkan petani panen dua kali dalam setahun.

“Kementerian Transmigrasi dalam Kabinet Indonesia Maju diberikan amanat untuk menjaga integrasi nasional, mempererat rasa kebangsaan, serta mengentaskan kemiskinan,” ujar Wamen.

Dia menambahkan, melalui program reforma agraria, yakni pemberian lahan kepada kepala keluarga transmigran, diharapkan terjadi peningkatan pendapatan keluarga, tercipta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, dan mendukung kedaulatan pangan nasional.

“Program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian akan terus didorong. Kementerian Transmigrasi juga telah menjalin MoU dengan Kementerian Pertanian. Jadi kebutuhan seperti benih, bibit, pupuk, alat mesin pertanian (alsintan), dan sarana pendukung lainnya dapat diajukan melalui pemerintah daerah kepada pemerintah pusat,” tambahnya.

Selain meresmikan bendungan, Wamen juga menyaksikan penanaman padi perdana di area persawahan sekitar bendungan sebagai simbol dimulainya pemanfaatan infrastruktur irigasi untuk mendukung ketahanan pangan di kawasan transmigrasi.

Wamen menekankan bahwa pihaknya telah berkoordinasi agar pengembangan kawasan transmigrasi, khususnya di sektor pertanian, dapat segera terealisasi karena anggarannya sudah tersedia.

“Sekarang ini ada perubahan paradigma. Transmigrasi tidak hanya sekadar memindahkan penduduk, tetapi juga fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat transmigran melalui pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, dalam pidatonya menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi para petani di kawasan transmigrasi Desa Toliwang, terutama terkait infrastruktur jalan menuju area persawahan dan pemukiman.

Ia juga meminta dukungan pengadaan alat mesin pertanian, karena alsintan yang ada saat ini belum mencukupi kebutuhan seluruh lahan.

Bupati menjelaskan, kawasan transmigrasi di Halmahera Utara dibentuk berdasarkan SK Kementerian Desa Tertinggal No. 118 Tahun 2018, mencakup Desa Toliwang yang meliputi Kecamatan Kao Barat, Kao Utara, Tobelo Barat, dan Tobelo Timur. Fokus pengembangannya meliputi sawah, palawija, dan hortikultura.

Selain itu, luas lahan yang telah disiapkan oleh Pemda Halut sebesar 18.000 hektare. Produksi padi terakhir pada tahun 2024 tercatat mencapai 43.912 ton dari lahan seluas 8.152 hektare, dengan rata-rata produksi 5,8 ton per hektare.

Bupati menambahkan, untuk mendukung perluasan kawasan transmigrasi, Pemda menghadapi keterbatasan anggaran dan memerlukan intervensi pemerintah pusat, khususnya terkait pembangunan jalan produksi, jembatan penghubung, serta irigasi.

Ia berharap dengan berfungsinya Bendung Beringin Agung, persoalan irigasi yang selama ini menjadi tantangan bagi petani di Kao Barat dan sekitarnya dapat teratasi.***

Editor : Redaksi

Pewarta: Samuel.L

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page