Klikfakta.id, JAKARTA– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa perekonomian Indonesia saat ini menunjukkan momentum positif meskipun dunia masih diliputi ketidakpastian global.
Purbaya menyebut data terbaru menunjukkan perbaikan tren pertumbuhan yang nyata, dan pemerintah bergerak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga sekitar 6 % pada tahun 2026.
Menurut Menkeu, kinerja pada kuartal IV 2025 yang tumbuh 5,39 %, tertinggi sejak pandemi menjadi bukti bahwa ekonomi nasional telah “berbalik arah” dari perlambatan sebelumnya.
Ia menegaskan, jika momentum ini dipertahankan, angka 6 % bukan sekadar target, tetapi kemungkinan realistis.
“Saya pikir tren pertumbuhan yang kemarin akan terus berlangsung dan nanti akan semakin cepat di triwulan-triwulan berikutnya,” ujar Purbaya saat menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta Minggu (8/2/2026).
Purbaya juga memberikan tanggapan terhadap keputusan lembaga pemeringkat global Moody’s yang baru-baru ini memangkas outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Meski tetap mempertahankan rating Baa2, penilaian negatif ini mencerminkan kekhawatiran global terhadap tata kelola dan prediktabilitas kebijakan ekonomi.
Namun Purbaya bersikap tenang dan percaya diri. Ia menilai apa yang dinyatakan Moody’s tidak sepenuhnya mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia.
“Yang jelas ekonomi kita sudah berbalik arah, dan saya pikir pelan-pelan Moody’s akan melihat apa yang terjadi di sini dengan lebih fair,” ujarnya.
Pernyataan ini menunjukkan strategi pemerintah untuk menenangkan pasar dan mengalihkan perhatian pada data pertumbuhan ekonomi secara riil sebagai bukti perbaikan fundamental.
Lanjut Purbaya, dinamika ini terjadi di tengah tekanan pasar global dan aksi jual di pasar saham yang sempat dipicu oleh sentimen pemangkasan outlook kredit. Indeks harga saham dan nilai tukar rupiah merespons volatilitas tersebut. Namun pemerintah tetap yakin langkah kebijakan yang tepat akan memperkuat kepercayaan investor dalam jangka menengah.
Purbaya menekankan bahwa meskipun terjadi keprihatinan dari lembaga pemeringkat internasional, pemerintah memilih fokus pada aksi nyata di dalam negeri untuk merangsang pertumbuhan dan menjaga stabilitas ekonomi.














