Klikfakta.id, TERNATE– Pengadaan satu unit ambulance laut oleh Pemerintah Kota Ternate, dengan tujuan mendukung pelayanan kesehatan bagi warga di tiga kecamatan terluar, yakni Batang Dua, Hiri dan Moti( BAHIM) menyisakan tanda tanya.
Pasalnya berdasarkan informasi yang beredar, bagi keluarga pasien yang hendak menggunakan layanan tersebut disebut-sebut harus menyiapkan biaya hingga puluhan juta rupiah.
Pada awalnya, masyarakat di wilayah kepulauan Ternate, khususnya di BAHIM, menyambut baik program ambulance laut. Fasilitas ini diharapkan menjadi solusi bagi pasien yang membutuhkan rujukan cepat ke rumah sakit di pusat kota.
Namun di balik kemegahan ambulance laut itu, muncul informasi terkait besarnya biaya harus ditanggung pasien.
Data yang diperoleh awak media menyebutkan, untuk wilayah Pulau Hiri, disiapkan mencapai sekitar Rp3 juta.
Sementara dari Pulau Moti sebesar Rp7 juta, dan yang paling tinggi Pulau Batang Dua Rp20 juta.
Besaran biaya tersebut mencakup sejumlah komponen. Diantaranya jasa umum, jasa sarana, serta jasa pelayanan medis selama proses evakuasi pasien menggunakan ambulance laut.
Ironisnya, speedboat ambulance laut yang didatangkan 19 Oktober 2025 itu hingga kini belum juga beroperasi melayani masyarakat.
Padahal, fasilitas tersebut digadang-gadang menjadi andalan kota Ternate mempercepat penanganan pasien dari wilayah kepulauan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fatia Suma, yang dikonfirmasi berulang kali terkait informasi biaya tersebut maupun alasan belum beroperasinya ambulance laut, tak kunjung memberikan keterangan resmi hingga berita ini ditayang.
Di satu sisi, ambulance laut diharapkan menjadi solusi pelayanan kesehatan yang cepat dan terjangkau.
Namun muncul kekhawatiran akan besarnya biaya justru memberatkan pasien, dari warga pulau terluar yang keterbatasan ekonomi. (sah/red)














