Klikfakta.id, JAKARTA — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Daerah Pemilihan Maluku Utara, Hasby Yusuf, meminta kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan perhatian serius kasus teror oleh orang tak dikenal (OTK) di hutan Halmahera yang kerap kenalan korban jiwa.
Permintaan itu melalui surat resmi bernomor 014/B-128/DPD-MALUT/IV/2026 yang ditujukan langsung kepada Kapolri, Selasa (21/4/2026).
langkah ini diambil sebagai penyampaian aspirasi dan laporan keresahan masyarakat atas teror yang terjadi di wilayah Halmahera Tengah dan Halmahera Timur.
Dalam surat tersebut, Hasby mengungkapkan, berdasarkan laporan masyarakat, rentetan kasus pembunuhan di kawasan hutan halmahera telah terjadi sejak tahun 1985 hingga 2026.
Namun hingga saat ini sebagian besar kasus tersebut belum terungkap secara tuntas oleh aparat penegak hukum (APH) di Maluku Utara.
” Berbagai peristiwa ini menimbulkan keresahan, rasa takut, dan saling curiga yang menyebabkan terjadinya konflik sosial antar sesama masyarakat di Pulau Halmahera – Maluku Utara,” ujar Hasby, Selasa (21/4/2026).
Menyikapi situasi yang berlarut-larut, Hasby mengajukan empat poin permohonan kepada Kapolri diantaranya:
Memberikan perhatian khusus terhadap kasus-kasus pembunuhan oleh OTK di Halmahera.
Menginstruksikan jajaran terkait untuk melakukan penyelidikan dan penegakan hukum secara menyeluruh serta transparan.
Meningkatkan pengamanan dan perlindungan terhadap masyarakat di wilayah rawan.
Membentuk tim khusus apabila diperlukan guna mengungkap rangkaian kasus yang telah berlangsung lama.
Hasby menegaskan, kehadiran dan langkah konkret dari Mabes Polri sangat dibutuhkan untuk memberikan rasa keadilan dan kepastian hukum untuk warga di Maluku Utara.
“Saya berharap langkah-langkah konkret dari Mabes Polri memberikan rasa keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat, serta mengembalikan rasa aman di wilayah Halmahera,” pungkasnya. (sah/red)














