Mahasiswa KKN UIN Walisongo bersama Siswa SDN Mojodemak 3 Ziarahi Makam Pendiri Desa

Kegiatan ziarah muassis desa di makam Kyai Ngawonggo, Desa Mojodemak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak( Dok :Tim Mahasiswa KKN MIT-22 Posko 118)

Klikfakta.id, DEMAK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-22 Posko 118 UIN Walisongo Semarang berkolaborasi dengan SD Negeri Mojodemak 3 menggelar kegiatan ziarah muassis desa di makam Kyai Ngawonggo, Desa Mojodemak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak.

Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap selapanan, tepatnya pada Kamis Kliwon, tersebut diikuti oleh seluruh dewan guru serta siswa kelas 1 hingga kelas 6.

Kegiatan diawali dengan berkumpulnya seluruh siswa di lapangan sekolah. Para siswa mengenakan pakaian muslim berupa peci, baju koko, dan sarung sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi religius yang telah menjadi budaya sekolah.

Sebelum berangkat menuju makam, seluruh peserta bersama-sama membaca Asmaul Husna, Surat Al-Lahab, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Setelah rangkaian pembukaan selesai, seluruh peserta berjalan bersama menuju makam Kyai Ngawonggo yang berada di Desa Mojodemak.

Prosesi ziarah diawali dengan pembacaan salam dan syahadat, dilanjutkan dengan pembacaan tahlil, kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Guru Pendidikan Agama Islam SD Negeri Mojodemak 3, bapak Arif.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak mengikuti setiap rangkaian acara dengan tertib dan penuh antusias.

Kepala SD Negeri Mojodemak 3, Siti Asiyah, menjelaskan bahwa kegiatan ziarah muassis desa telah menjadi agenda rutin sekolah sejak tahun 2024.

“Kegiatan ziarah ini sudah kami laksanakan sejak tahun 2024. Program ini menjadi ikon sekaligus ciri khas SD Negeri Mojodemak 3 yang tidak dimiliki oleh sekolah dasar lain di Desa Mojodemak,” ujar Siti Asiyah.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan melestarikan tradisi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter religius peserta didik yang selaras dengan kondisi lingkungan sekitar sekolah.

“Lingkungan di sekitar sekolah memiliki kultur religius yang kuat. Oleh karena itu, kami ingin menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada siswa melalui kegiatan ini sekaligus mengenalkan warisan sejarah desa kepada mereka,” tambahnya.

Senada dengan itu, Guru SD Negeri Mojodemak 3, Sigit, menegaskan bahwa ziarah muassis desa menjadi media pembelajaran sejarah lokal bagi para siswa.

“Kami ingin anak-anak mengetahui sejarah Desa Mojodemak dan mengenal sosok Kyai Ngawonggo sebagai pendiri desa. Dengan memahami sejarah sejak dini, mereka diharapkan dapat menghargai jasa para pendahulu serta memiliki rasa cinta terhadap daerahnya,” ungkap Sigit.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 118 UIN Walisongo Semarang dan SD Negeri Mojodemak 3, kegiatan ziarah muassis desa diharapkan terus menjadi sarana pendidikan karakter, penguatan nilai-nilai religius, serta pelestarian sejarah lokal bagi generasi muda. ***

Penulis: Tim Mahasiswa KKN MIT-22 Posko 118

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page