Klikfakta.id, ‎HALTIM —Peserta atas nama Selfidera Bluku berhasil menjuarai Lomba Mancing Tradisional pada Festival Budaya Buli Asal ke-140 yang digelar di Perairan Teluk Buli, di kawasan Muara Sungai Kukuba, Kabupaten Halmahera Timur.Â
‎Kegiatan Festival tersebut menjadi salah satu agenda unggulan yang berhasil menarik antusiasme masyarakat dan menjadi simbol kuatnya tradisi maritim, karena masih hidup di tengah masyarakat pesisir.
‎Sejak pagi, para peserta dari berbagai kalangan tampak memadati lokasi perlombaan. Tidak hanya kaum pria, sejumlah perempuan juga mengambil bagian dengan menunjukkan kemampuan memancing yang tak kalah hebat.Â

Bahkan, hasil perlombaan mencatat prestasi membanggakan dengan dua posisi teratas yang berhasil diraih oleh peserta dari kaum perempuan.
Juara I diraih oleh Ibu Selfidera Bluku, disusul Ibu Herlina Wararag Juara II, sementara Juara III diraih Elias Wararag.
‎Keberhasilan para peserta juga mendapatkan berbagai jenis ikan konsumsi dengan ukuran yang cukup baik menjadi gambaran bahwa perairan Teluk Buli masih menyimpan potensi sumber daya laut melimpah.
‎Hasil tangkapan juga menunjukkan bahwa laut tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Buli, baik sumber penghidupan atau warisan budaya yang terus dijaga generasi ke generasi.
‎Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat sekaligus sarana edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan sumber daya laut.Â
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk terus memanfaatkan potensi laut secara bijaksana agar tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
‎Ketua Panitia Festival Budaya Buli Asal ke-140 menyampaikan, lomba mancing merupakan bagian dari upaya melestarikan tradisi maritim telah lama menjadi identitas masyarakat Buli.
Ketua panitia juga menyatakan bahwa lomba memancing ini bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi maritim masyarakat Buli untuk mempererat kebersamaan antar warga.Â
“Keterlibatan aktif masyarakat, termasuk para kelompok ibu-ibu, menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya dan semangat gotong royong masih terpelihara dengan baik,” ujarnya.
‎Sementara itu, pada acara penutupan festival, Manager External Relations & CSR PT Feni Haltim, Subarwan Sakoy, memberikan apresiasi kepada pemerintah desa, tokoh adat, panitia, dan seluruh masyarakat atas partisipasi dalam menyukseskan Festival Budaya Buli Asal ke-140.
‎Festival ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah masyarakat Buli, tetapi memperkuat identitas budaya lokal serta memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Teluk Buli kepada khalayak yang lebih luas.
‎”Festival Budaya Buli Asal bukan hanya ruang perayaan identitas budaya masyarakat, tetapi menjadi wadah memperkuat kebersamaan, melestarikan tradisi, serta memperkenalkan potensi maritim dan wisata bahari yang dimiliki Teluk Buli kepada masyarakat lebih luas,” kata Subarwan.
‎Melalui Lomba Memancing Tradisional dan berbagai kegiatan budaya lainnya, Festival Buli Asal ke-140 kembali menegaskan budaya, laut, dan kebersamaan merupakan tiga unsur yang tidak dipisahkan dari kehidupan masyarakat pesisir Teluk Buli.
‎Festival ini sekaligus menjadi panggung untuk memperlihatkan kekayaan tradisi serta potensi maritim yang menjadi kebanggaan masyarakat Halmahera Timur.(sah/red/pn)













