BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG Bermasalah, Tegaskan Tak Ada Toleransi Pelanggaran SOP

Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono Foto: Kompas.id

Klikfakta.id, JAKARTA– Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menutup permanen 833 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terbukti tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP). Kebijakan ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diterima para penerima manfaat. 

Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan pembayaran kepada dapur-dapur yang telah dihentikan operasinya secara permanen. 

Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah pihaknya menemukan berbagai pelanggaran serius, terutama terkait standar higienitas, sanitasi, hingga pengelolaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Mantan wakil menteri Pertanian ini menjelaskan, sebelum penutupan permanen dilakukan, pengelola dapur telah diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan. Namun, sebagian besar tidak menunjukkan komitmen memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

“Dapur yang tidak memenuhi standar dan tidak berkomitmen melakukan perbaikan tidak dapat lagi dilibatkan dalam pelaksanaan Program MBG,” tegasnya.

Selain menutup ratusan dapur, BGN juga melakukan pembenahan internal dengan memberhentikan ratusan pegawai non-ASN yang diduga melakukan pelanggaran disiplin dan pelanggaran lainnya. 

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola Program MBG agar lebih transparan, akuntabel, dan profesional.

Pemerintah menegaskan bahwa evaluasi tersebut bukan untuk menghentikan Program Makan Bergizi Gratis, melainkan memastikan program prioritas nasional itu berjalan sesuai standar keamanan pangan dan benar-benar memberikan manfaat bagi jutaan pelajar, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di seluruh Indonesia.

Langkah tegas BGN mendapat perhatian luas masyarakat dan menjadi salah satu isu nasional yang paling banyak diperbincangkan. 

Pemerintah berharap pembenahan tersebut mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan Program MBG sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap program unggulan di bidang pemenuhan gizi nasional. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page